Polisi sedang memburu dua orang perampok yang bersenjatakan pisau, yang telah membobol sebuah rumah vila di Stanley, Hong Kong pada hari Kamis dan mengikat dua orang pekerja rumah tangga asal Indonesia sebelum merampok rumah itu.

Pada pukul 7 malam di hari Kamis tersebut, seorang pekerja rumah tangga berusia 43 tahun yang bernama Idawati kembali ke dalam rumah setelah membawa keluar sampah dari vila yang terletak di Jalan Tai Tam No. 10 di Stanley.

Kedua pria pelaku perampokan pun megikuti Idawati dan mengancamnya dengan sebuah pisau sepanjang 30 cm dan memaksa sang pekerja untuk membawa mereka ke dalam rumah, situs berita HK01.com melaporkan.

Idawati dan seorang pekerja rumah tangga lainnya di rumah tersebut yang berusia 42 tahun dan bernama Rusmiati, kemudian diikat dan mulut mereka ditutup dengan pita perekat. Kedua perampok kemudian menjarah rumah dua lantai tersebut sebelum melarikan diri.

Sang majikan saat itu sedang keluar makan malam dan tidak mengetahui mengenai perampokan tersebut sampai kedua pekerja rumah tangga mereka berhasil melepaskan diri dan menelpon mereka.

Diketahui kedua wanita Indonesia tersebut tidak terluka dan majikan perempuan mereka yang berusia 70 tahun pun segera melaporkan kasus tersebut kepada polisi pada sekitar pukul 11 malam.

Uang tunai sebesar HK$60.000 (US$7.644) dan 20.000 Yuan (US$2.918) serta dua buah telepon genggam bernilai total HK$2.800 telah dirampok.

Polisi pun memeriksa daerah tersebut namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kedua pria yang dimaksud. Mereka sekarang sedang mencari dua tersangka pria masing-masing berusia sekitar 30-40 dan 25-35 tahun, serta bertinggi badan 1,7 dan 1,75 meter, yang pada saat kejadian keduanya mengenakan baju dan topi berwarna hitam serta topeng.

Original: Indonesian domestic workers tied up during Stanley burglary