Beberapa ratus pekerja rumah tangga di Hong Kong melakukan unjuk rasa pada hari Minggu, meminta pemerintah setempat untuk menaikkan gaji bulanan mereka sebesar 24,6 persen menjadi HK$5.500 (US$700) per bulan.

Sekitar 300 orang pekerja rumah tangga yang berasal dari Indonesia, Filipina, Thailand, Nepal dan Sri Lanka berkumpul di Central dan berjalan bersama menuju ke markas besar pemerintah Hong Kong di Admiralty untuk menuntut kenaikan gaji serta tunjangan makan bagi sekitar 354.000 pekerja rumah tangga yang ada di Hong Kong, Oriental Daily melaporkan.

Para peserta unjuk rasa mengenakan t-shirt berwarna merah sembari memegang spanduk yang berbunyi “Kami pekerja, kami bukan budak,” di dalam bahasa Inggris, sepanjang perjalanan menuju ke mabes pemerintah.

Organisasi masyarakat yang bernama Asian Migrants’ Coordinating Body (AMCB) mengusulkan kenaikan gaji sebesar 24,6 persen, serta kenaikan tunjangan makan dari HK$1.053 menjadi HK$2.500 per bulannya.

Ormas tersebut juga mengusulkan kepada pemerintah untuk menetapkan 11 jam istirahat setiap harinya disertai dengan waktu makan bagi para pekerja rumah tangga, termasuk juga akomodasi yang bersih dan nyaman. Semua hal ini harus diikutsertakan dalam kontrak kerja, mereka menegaskan.

Ormas tersebut telah mengumpulkan 18.000 tanda tangan pekerja rumah tangga dan mengirimkannya kepada perwakilan-perwakilan pemerintah.

Sringatin, sebagai juru bicara ormas tersebut, berkata bahwa dia tidak puas dengan kondisi pekerja rumah tangga di Hong Kong. Dia menegaskan bahwa beberapa pekerja rumah tangga tidak mendapatkan istirahat yang cukup dan beberapa majikan membangunkan pembantu mereka ditengah malam untuk melakukan suatu pekerjaan. Beberapa diantara mereka juga harus tidur di dapur atau koridor rumah.

Sringatin menambahkan bahwa biaya hidup di Hong Kong sangat tinggi sehingga gaji bulanan sebesar HK$5.500 tidaklah cukup.

Sementara itu, pada akhir bulan ini, pemerintah Hong Kong telah dijadwalkan akan mengumumkan kenaikan tahunan upah minimum pekerja rumah tangga di Hong Kong.

Original: Domestic workers march in Hong Kong for pay rise