Pekerja migran di Tainan merayakan dengan warga lokal disana acara tahunan kalender Tionghoa, Festival Musim Gugur, yang juga dikenal di kalangan masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia sebagai Festival Kue Bulan.

Badan Imigrasi Nasional Taiwan Cabang Tainan merayakan festival tahun ini lebih awal, bersama dengan para pekerja migran di kota Tainan, dalam bentuk sebuah acara yang digelar di Taman Ilmu Pegetahuan Taiwan Selatan pada Kamis lalu.

Pekerja migran dari berbagai wilayah Asia Tenggara seperti Filipina dan Vietnam begitu terpukau dengan dua legenda yang berhubungan dengan festival tersebut, yang satu bercerita tentang seorang wanita yang terangkat ke bulan dan menjadi Dewi Bulan, sementara legenda yang satunya lagi bercerita tentang Wu Gang memotong sebuah pohon laurel, The Taiwan Times melaporkan.

Seorang pekerja asal Filipina bernama Jaslin berkata kepada reporter bahwa itu adalah pertama kalinya dia mencicipi kue bulan dan buah jeruk bali, keduanya merupakan hidangan khas dalam festival yang dimaksud, dan sang pekerja migran menyukai kedua hidangan tersebut.

Petugas dari Badan Imigrasi Nasional juga menggunakan kesempatan yang ada dalam acara tersebut untuk mengingatkan para pekerja migran yang mengambil cuti untuk pulang ke negaranya agar tidak lupa untuk sebelumnya mengambil ijin kembali masuk Taiwan, untuk memastikan kelancaran pada saat kembali ke Taiwan.

Para pekerja juga diingatkan untuk tidak minum minuman keras dan kemudian mengendarai kendaraan, karena itu dapat membahayakan hidup mereka dan pengguna jalan lainnya.

Original: Tainan agency celebrates Mid-Autumn Festival with migrants