Seorang wanita Hong Kong berusia 80 tahun yang terlihat dalam sebuah video yang telah menjadi viral menyerang pekerja rumah tangganya yang berasal dari Indonesia telah diperintahkan oleh pengadian di Kowloon pada hari Senin untuk membayar jaminan untuk dirinya dilepaskan bersyarat.

Jaksa penuntut membatalkan tuntutan terhadap wanita lanjut usia yang bernama Pang Yuk-ching tersebut, yaitu tiga tuduhan penyerangan dan sebuah tuntutan intimidasi terhadap pekerja rumah tangganya yang berusia 35 tahun dan bernama Tri Wahyuni. Pang kemudian diperintahkan untuk membayar uang jaminan sebesar 3.000 dollar Hong Kong (382 dollar US) dengan syarat berkelakuan baik selama dua tahun, Sing Pao Daily melaporkan.

Diketahui pekerja rumah tangga tersebut dipekerjakan oleh anak laki-laki Pang untuk merawat sang ibu, yang tinggal di Grand View Garden di Wong Tai Sin, Kowloon.

Pengadilan mendengarkan bahwa Pang telah menyerang Wahyuni antara bulan Januari dan Maret tahun ini. Di bulan Januari, Pang masuk ke kamar Wahyuni dan memarahinya karena menggunakan mesin anti kelembaban di saat musim dingin, yang menurut majikan tersebut membuang-buang listrik saja. Ketika Wahyuni menentang Pang, wanita itu pun menampar sang pekerja rumah tangga pada bagian mulutnya.

Namun Wahyuni tidak melaporkan kejadian ini kepada anak Pang ataupun polisi.

Pada awal Februari, Pang kembali marah terhadap Wahyuni mengenai pemakaian listrik dan menampar mulut pekerja tersebut untuk kedua kalinya. Kali ini, Wahyuni pun memberitahukan kepada anak laki-laki Pang bahwa ibunya telah memukulnya, namun sang anak dilaporkan tidak menghiraukan keluhan Wahyuni.

Pada tanggal 28 Februari, Pang memasuki kamar Wahyuni ketika pekerja tersebut sedang mengobrol dengan temannya secara live di Facebook. Keduanya berbicara dalam bahasa Kanton. Wanita lansia tersebut kemudian terlihat memukul Wahyuni pada bagian wajah, mulut dan pahanya dan dia juga mengancam untuk membunuh pekerja migran Indonesia tersebut.

Wahyuni membalas ancaman tersebut dalam bahasa Kanton: “Bunuh saya kalau gitu.” Seluruh kejadian pun terlihat lewat live streaming Facebook tersebut. Saat itu, diketahui anak laki-laki Pang sedang tidak berada di rumah.

Polisi menerima informasi mengenai kejadian terakhir tersebut pada tanggal 1 Maret dan malam itu Pang pun ditangkap, sementara sang pekerja dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis, dimana tidak ditemukan adanya luka pada diri korban selain daripada Wahyuni secara pribadi merasa tidak sehat.

Original: Bind-over order for woman on domestic worker assault charges