Lebih dari seribu warga di Taman Bukit Mewah, sebuah pemukiman penduduk di Johor Bahru, Malaysia, telah meminta pemerintah setempat untuk meningkatkan usaha mereka dalam melindungi warga dan lahan bercocok-tanam setempat dari babi hutan.

Meningkatnya jumlah babi hutan telah menyebabkan kerusakan pada hasil bercocok-tanam dan mengancam keamanan penduduk setempat, menurut Shamsudin Baharon, kepala Kawasan Rukun Tetangga (KRT) wilayah A, yang dikutip oleh New Straits Times.

Dia menambahkan bahwa dia sendiri pernah hampir menabrak seekor babi hutan saat mengendarai mobilnya, dan orang-orang dapat terluka apabila ada babi hutan yang masuk ke sekolah-sekolah, rumah-rumah penduduk, serta masjid-masjid di desa sekitar.

Seorang pensiunan berusia 65 tahun yang bernama Mohammad Radzi Shahudin berkata dia berhenti bercocok-tanam buah-buahan seperti pisang di kebun belakang rumahnya karena seringkali dirusak atau dimakan oleh binatang. Dia berkata pemerintah setempat perlu mengontrol jumlah babi hutan di wilayah tersebut, yang dapat menyebabkan kecelakaan yang fatal, khususnya yang berhubungan dengan pengendara sepeda motor.

Penduduk setempat meminta agar Departemen Satwa Liar dan Taman Nasional mengambil tindakan secepatnya untuk menurunkan jumlah gangguan dari babi hutan.

Pada bulan Maret tahun ini, seekor babi hutan memasuki sebuah masjid di Selangor, melukai seorang pria dan mengganggu kegiatan doa yang sedang dilakukan saat itu. Babi hutan tersebut akhirnya ditembak mati oleh seorang petugas masjid, The Star melaporkan.

Original: Malaysians call for protection from wild boars