Seorang mantan pekerja rumah tangga Indonesia yang saat ini sedang hamil telah mengajukan permohonan untuk banding kepada Pengadilan Tinggi Hong Kong mengenai keputusan Dewan Banding Klaim Penyiksaan Hong Kong yang menolak klaim terakhir yang dibuatnya.

Wanita Indonesia tersebut datang ke Hong Kong sebagai pekerja rumah tangga pada bulan Juni 2009 namun dia dipenjara selama empat minggu atas pencurian pada tahun 2011, Oriental Daily melaporkan.

Selama dia berada dalam tahanan, dia mengajukan laporan klaim penyiksaan. Sejak saat itu, dia terus tinggal di Hong Kong dan berusaha untuk menghindari dirinya dipulangkan.

Selama tujuh tahun belakangan ini, wanita tersebut telah membuat beberapa klaim penyiksaan dengan berbagai alasan, termasuk bahwa dia takut suaminya di Indonesia akan menyakitinya karena dia telah meminjam uang atas nama sang suami.

Namun Departemen Imigrasi Hong Kong serta Dewan Banding Klaim Penyiksaan telah menolak argumentasi wanita Indonesia tersebut.

Alasan yang dia berikan untuk klaim terakhir yang dia buat adalah bahwa dia memiliki hubungan gelap di Hong Kong dan saat ini telah hamil. Dia mengatakan adanya risiko dirinya akan di persekusi oleh keluarga nya dan warga kampung nya apabila dia kembali ke Indonesia.

Dewan yang bersangkutan menolak pengajuan klaim nya dan diapun sedang berusaha untuk mengajukan permohonan banding atas keputusan tersebut.

Pengadilan Banding sebelumnya telah menolak alasan-alasan yang wanita itu berikan. Namun, dikarenakan Dewan Banding Klaim Penyiksaan tidak menyediakan alasan yang cukup dalam penolakan klaimnya, pengadilan pun mengijinkan sang wanita untuk mengajukan peninjauan ulang kasus tersebut di Pengadilan Tinggi.

Original: Indonesian challenges HK’s torture claim rejection