Indonesia masih terus mencari sebanyak 100 pekerja migran asal negara tersebut yang diduga telah menjadi korban sebuah rentenir yang pada bulan Juli ditutup oleh pihak yang berwajib Hong Kong – para korban diperkirakan takut kehilangan pekerjaan mereka apabila mereka mengaku telah meminjam uang dari rentenir.

Konjen Tri Tharyat berkata dalam sebuah konferensi pers bahwa pihaknya telah menyediakan sebuah nomor telepon hotline dengan empat staff yang siap membantu siapapun yang telah menjadi korban rentenir tersebut. Dia menghimbau untuk siapapun yang terkena dampak dari operasi pinjam-meminjam ilegal tersebut untuk mencari bantuan, Ming Pao Daily melaporkan.

Seorang pria ditahan polisi Hong Kong atas dugaan menjalankan operasi rentenir yang menargetkan pekerja rumah tangga Indonesia. Polisi menemukan sekitar 800 paspor yang diserahkan sendiri oleh peminjam kepada tersangka sebagai jaminan pinjaman yang mereka ambil.

Tharyat berkata sekitar 100 korban belum datang ke konsulat untuk meminta bantuan, kemungkinan karena mereka takut majikan akan menghentikan kontrak kerja apabila detil dari hutang mereka diketahui majikan, atau karena visa kerja mereka belum habis masa berlaku.

Tharyat memberikan kepastian bahwa korban tidak akan di black list dan menghimbau mereka untuk menghubungi konsulat sesegera mungkin,

Sampai saat ini KJRI Hong Kong telah mengeluarkan 285 paspor sementara dan 73 paspor baru kepada para korban. Sekitar 143 kasus lagi masih sedang diproses.

Salah satu korban, seorang wanita yang telah bekerja di Hong Kong selama 18 tahun, berkata dalam konferensi pers tersebut bahwa dia meminjam sebesar HK$4.000 dari tesangka pada bulan Juni dan dia diminta untuk membayar bunga pinjaman sebesar HK$440 setiap bulan nya selama enam bulan, situs berita HK01.com melaporkan.

Dia memberikan paspor nya kepada pria tersebut sebagai jaminan. Karena takut paspor nya hilang, dia pun menghubungi konsulat saat mengetahui pria tersebut telah tertangkap, dan dia pun mendapatkan sebuah paspor baru. Wanita itu juga menghimbau kepada para korban lainnya untuk segera menghubungi pihak konsulat.

Original: 100 victims of loan shark racket still haven’t come forward