Pekerja rumah tangga asing di Hong Kong akan menerima tambahan gaji sebesar HK$110 (US$14) per bulannya berdasarkan keputusan pemerintah setempat, namun ini jauh dibawah kenaikan 25 persen yang menurut serikat-serikat buruh diperlukan untuk mencukupi biaya hidup yang juga semakin tinggi.

Uang makan bulanan dalam kontrak kerja standar pun telah dinaikkan sebesar HK$22 (US$2,81), menjadi HK$1.075 (US$137,30) per bulan, sekalipun majikan seharusnya wajib menyediakan makanan tanpa bayaran.

Serikat-serikat buruh di Hong Kong sebelumnya menuntut agar gaji bulanan pekerja rumah tangga dinaikkan menjadi HK$5,500 (US$702,82), namun akhirnya hanya dinaikkan menjadi HK$4,520 (US$577), yang resmi dimulai pada Sabtu kemarin, menurut sebuah pernyataan pers yang dikeluarkan pada Jumat lalu. Gaji minimal sebelumnya adalah HK$4.410 (US$563).

Eman Villanueva dari Badan Koordinator Pekerja Migran Asia berkata bahwa kenaikan gaji tersebut tidak menyertakan perhitungan mahalnya biaya hidup saat ini di kota seperti Hong Kong.

“Saya rasa kenaikan gaji ini tidak memenuhi kebutuhan para pekerja rumah tangga migran,” demikian ungkapnya, sebelum menambahkan, “Masih sekitar HK$1.000 dibawah gaji yang dibutuhkan untuk hidup.”

Villanueva juga mengkritik kenaikan uang makan sebagai sebuah “lelucon” dan berkata bahwa serikat buruh nya akan terus memperjuangkan kenaikan gaji yang “lebih masuk akal” dari pemerintah.

Original: $110 pay hike won’t cover higher living costs, claims union