Seorang narapidana asal Filipina, yang sedang menjalani masa tahanan di Sulawesi ketika gempa terjadi di provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 28 September, telah berkata bahwa dia berlindung di rumah seorang teman dengan restu dari kepala penjara setelah tembok penjara runtuh, dan sekarang dia siap untuk kembali masuk di balik jeruji.

Napi yang tidak diungkapkan namanya dan sedang menjalani masa penjara selama 14 tahun oleh karena kasus narkoba tersebut, berhasil ditemukan keberadaannya oleh pemerintah Filipina setelah dilaporkan hilang.

Dalam sebuah surat pernyataan, Departemen Luar Negeri berkata bahwa Konsulat-Jenderal Filipina di Manado telah berhasil mengontak napi tersebut dan mendapatinya dalam keadaan selamat dan kondisi yang baik.

Konsul Jenderal Filipina untuk Indonesia Oscar Orcine berkata bahwa pria yang dimaksud tidak dapat segera dikontak oleh karena signal telepon yang terhilang beberapa hari lamanya setelah gempa, lalu kemudian batere telponnya pun habis.

Napi tersebut telah berada di penjara di Palu selama tujuh tahun, lebih lama dari napi lainnya yang sedang menjalani masa tahanan di penjara tersebut.

Telah terjadi pelarian dari penjara secara massal setelah tembok penjara runtuh dan napi asal Filipina tersebut berkata dia sendiri telah mendapatkan ijin untuk berlindung di desa Pitogo tidak jauh dari penjara.

Dia pun berencana untuk menyerahkan dirinya kembali ketika penjara telah diperbaiki dan menyelesaikan masa tahanannya karena dia tidak mau menyebabkan pelanggaran lebih lagi.

Original: Prisoner who fled from quake ready to give himself up