Untuk membantu para pekerja migran beradaptasi lebih cepat di lingkungan baru mereka di Taiwan, Departemen Tenaga Kerja New Taipei City menawarkan kelas bahasa Mandarin gratis kepada 154 pekerja migran, yang dikabarkan telah belajar banyak dari program yang dimaksud.

Seorang dari para pekerja migran yang berpartisipasi tersebut adalah Marilyn yang berusia 41 tahun dan berasal dari Filipina, yang menganggap dirinya sebagai seorang yang tertutup. Dia berkata ketika dia baru sampai di kota tersebut, dia tidak mencoba untuk sering berbicara dalam bahasa Mandarin. Majikannya mengetahui mengenai kelas yang dimaksud dan meganjurkan sang pembantu untuk mengikutinya, menurut sebuah pernyataan pemerintah New Taipei City yang dikutip oleh media.

Dengan dukungan dan dorongan, Marilyn bekerja keras dan tidak pernah ketinggalan sehari pun kelas yang berjalan selama tiga bulan tersebut.

Selain mendapatkan penghargaan kehadiran terbaik, dia juga dinobatkan sebagai perwakilan untuk menyampaikan ucapan terima kasih – dalam bahasa Mandarin yang fasih – di acara penutupan program tersebut.

Program kelas Mandarin tersebut bukan saja memperlengkapinya dengan keahlian bahasa, melainkan juga mempertemukannya dengan teman-teman baru dan sesama pekerja migran lainnya, demikian ungkap Marilyn.

Sementara itu, seorang pria Vietnam bernama Thai Binh, yang digambarkan sebagai murid paling aktif dalam kelas tersebut, berkata bahwa dia diberitahu mengenai program tersebut oleh perusahaannya. Dia menambahkan bahwa dia sangat menikmati setiap pelajaran yang diberikan.

Hsu Hsiu-neng, direktur Departemen Tenaga Kerja New Taipei City, berkata bahwa kelas tersebut menargetkan pekerja migran asal Indonesia, Vietnam, Filipina dan Thailand, dengan tujuan meningkatkan kemampuan para pekerja asing ini dalam berbahasa Mandarin.

Hsu senang melihat kelas tersebut disambut dengan baik dan ke-154 murid yang mengikutinya berhasil menyelesaikan kelas itu dengan hasil yang memuaskan.

Original: Migrants in New Taipei City excel in Mandarin class