Malaysia berkeinginan untuk memiliki pekerja lokal yang lebih berkeahlian dan berdedikasi melalui sebuah program pelatihan yang ditujukan untuk memotong ketergantungan negara tersebut terhadap pekerja asing, wakil menteri sumber daya manusia Malaysia Mahfuz Omar berkata dalam sebuah acara di Kuala Terengganu pada hari Selasa.

Sang menteri berkata mengurangi ketergantungan terhadap pekerja asing telah menjadi sebuah tujuan utama dari kementerian sumber daya manusia, surat kabar Malaysia Sin Chew Daily melaporkan.

Menurut data-data dari pemerintah Malaysia, negara tersebut memiliki lebih dari 2 juta pekerja asing dan mereka mewakili sekitar 19 persen dari jumlah tenaga kerja yang ada disana pada tahun 2008, dan para pekerja asing ini memegang peranan penting dalam industri pabrik, perkebunan, bangunan, layanan serta dalam sektor rumah tangga.

Pemerintah telah bekerja dalam satu dekade belakangan ini untuk menurunkan jumlah tenaga kerja asing ke sekitar 1,75 juta, atau sekitar 11 persen dari jumlah tenaga kerja di Malaysia pada tahun 2018.

Proporsi pekerja asing diharapkan akan semakin turun sampai 10 persen dalam waktu dekat, demikian ungkap Omar, namun dia tidak mengatakan kapan tepatnya ini diharapkan akan terjadi.

Pemerintah Malaysia bertujuan untuk meningkatkan proporsi tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian sampai 35 persen dari jumlah tenaga kerja yang ada pada tahun 2020, dari proporsi saat ini sebesar 23 persen, dengan cara menyediakan program-program pelatihan, imbuhnya.

Pada tanggal 30 Juni 2017, ada sekitar 1,78 juta pekerja migran di Malaysia, menurut Kementrian Dalam Negeri. Kebanyakan dari mereka datang dari Indonesia (728.870), Nepal (405.898), Bangladesh (221.089), Myanmar (127.705) dan India (114.445). Sisanya datang dari Pakistan (59.281), Filipina (56.153), Vietnam (29.039) dan dataran Tiongkok (15.399).

Original: Govt keen to cut Malaysia’s dependence on foreign labor