Petugas imigrasi Malaysia telah diminta untuk menunjukkan kelunakan kepada lebih dari 10 orang pengungsi yang tertangkap di sebuah kota di selatan Kuala Lumpur atas tuduhan bekerja secara ilegal.

Kepala Asosiasi Kesejahteraan Pedagang Pasar Seremban menyuarakan hal ini setelah petugas imigrasi menggerebek Pasar Besar Seremban pada Senin pagi di sebuah kota yang terletak sekitar 70 km di selatan ibukota Malaysia, pada sekitar pukul 9 pagi, dimana para petugas imigrasi tersebut memeriksa identitas pekerja-pekerja kios untuk melihat apakah mereka pengungsi atau pekerja ilegal, surat kabar Malaysia Sin Chew Daily melaporkan.

Pemilik sebuah kios yang menjajakan the berkata seorang pekerja migran asal Indonesia – seorang wanita yang dia kira memiliki ijin kerja yang sah – ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan ijin usaha pemilik kios tersebut pun ditahan. Petugas berkata dokumen kerja sang wanita palsu dan pemilik kios pun dipandang bertanggung-jawab oleh karena mempekerjakan wanita yang dimaksud.

Pemilik sebuah kios kwetiau juga terkena masalah karena pekerjanya yang dikiranya sebagai seorang pengungsi, telah ditahan. Dia diberi surat resmi, memintanya untuk datang ke kantor pusat imigrasi Malaysia untuk mengurus masalah tersebut.

Kepala Asosiasi Kesejahteraan Pedagang Pasar Seremban pun menyuarakan harapannya agar petugas imigrasi dapat menunjukkan kelunakan dan keprimanusiaan sementara menangani kasus para pengungsi yang bekerja secara ilegal di Malaysia.

Dengan memberikan pekerjaan pada mereka, para pengungsi ini dapat membiayai hidup sementara pemilik kios mendapatkan pekerja dengan biaya murah.

Melarang mereka bekerja dapat berarti secara tidak langsung mendorong mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan mencuri atau melakukan tindakan kriminal lainnya. Disamping itu, lebih dari 70 persen pemilik kios akan kesusahan mencari pekerja untuk usaha mereka.

Original: Stall owners urge govt to treat refugee workers leniently