Seorang pria Indonesia berusia 42 tahun yang dikabarkan kehilangan kesadaran sekitar 20 menit setelah pesawat Eva Air dengan rute Taipei-Jakarta berangkat dari Taiwan Taoyuan International Airport akhirnya dinyatakan meninggal pada saat tiba di rumah sakit di Kaohsiung, Taiwan, setelah usaha pertolongan utama dilakukan oleh kru pesawat dan disertai dengan pendaratan darurat.

Pada pukul 9 pagi hari Rabu, Eva Air dengan nomor penerbangan BR237 dan jadwal jarak tempuh berdurasi lima jam, 20 menit, berangkat dari Taoyuan dan dijadwalkan tiba di Bandara Udara Sokarno-Hatta, Jakarta sekitar pukul 1:20 siang, Taiwan Apple Daily melaporkan.

 

Sekitar 20 menit setelah terbang, pria Indonesia tersebut dikabarkan menjadi tidak sadarkan diri dan keluarganya pun memberitahukan kepada kru pesawat bahwa sang pria memiliki penyakit diabetes dan lupa membawa obat-obat nya pagi itu.

Beberapa penumpang lainnya berusaha untuk membantu setelah situasi tersebut diumumkan dalam pesawat, namun pria itu langsung masuk dalam keadaan shock dan tidak lagi bernapas maupun berdenyut nadi.

Kru pesawat pun melakukan pertolongan pertama untuk menyadarkan sang pria selama lebih dari 10 menit, sementara pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Airport Xiaogang, Kaohsiung pada sekitar pukul 10:32 pagi.

Pria itu pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Hsiaokang, dimana ia dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit tersebut pada pukul 11:20 pagi.

Oleh karena keadaan darurat tersebut, pesawat itu pun harus tinggal di Kaohsiung selama lebih dari delapan jam sebelum akhirnya meneruskan perjalanannya ke Jakarta pada pukul 5 sore di hari yang sama, dengan 204 penumpang.

Original: Indonesian passenger on Taipei-Jakarta flight dies