Seorang pria Indonesia di kota Kaohsiung, selatan Taiwan, yang ditemukan tidak memiliki dokumen perjalanan yang masih berlaku serta berusaha untuk menyogok polisi lalu lintas dengan uang sebesar NT$20.000 (US$646) untuk melepaskannya, telah diserahkan kepada Badan Imigrasi Nasional Taiwan untuk diproses kepulangannya ke Indonesia.

Pada sore hari tanggal 5 Oktober, ketika sejumlah petugas kepolisian sedang berpatroli di Wilayah Yanchao, mereka menemukan seorang wanita Indonesia dengan begitu banyak koper, The Real Daily melaporkan.

Ketika diperiksa, wanita itu didapati sebagai seorang pekerja migran yang sah. Dia berkata sedang menunggu tunangannya yang juga berasal dari Indonesia.

Ketika pria itu muncul, dia langsung melarikan diri dan mencoba untuk bersembunyi di sebuah kebun jambu yang tidak jauh dari sana. Ketika petugas yang berwajib menemukannya, mereka meminta sang pria untuk menunjukkan dokumen identitas diri. Pria itu berkata dia berada di Taiwan kurang dari satu bulan dan tidak terlalu mengerti bahasa Mandarin.

Petugas akhirnya mendapati pria tersebut berbohong saat mereka menemukan struk pengiriman uang yang memiliki tanggal sekitar tiga bulan lalu. Tersangka kemudian mencoba untuk menyogok para petugas untuk melepaskannya.

Pemeriksaan awal kepolisian menunjukkan bahwa tersangka tiba di Taiwan sebagai pekerja migran yang sah dan bekerja di sebuah pabrik di Taichung sekitar lima tahun yang lalu. Pada saat masa berlaku kontrak nya habis sekitar tiga tahun yang lalu, dia telah melarikan diri dari majikannya dan sejak itu dia telah tinggal di Taiwan melampaui batas masa berlaku ijin tinggalnya.

Atas pelanggaran terhadap UU keimigrasian dan ketenagakerjaan di Taiwan, warga negara Indonesia itu pun telah diserahkan ke Badan Imigrasi Nasional Taiwan dan dia akan segera dikembalikan ke Indonesia.

Original: Indonesian illegal to be repatriated from Taiwan