Dengan usaha pertolongan dan penyelamatan terus berlangsung di Sulawesi setelah gempa bumi dan tsunami dahsyat, pemerintah Taiwan telah menganjurkan para majikan untuk mengijinkan para pekerja migran Indonesia di negara tersebut pulang ke Indonesia apabila perlu.

Gempa berkekuatan 7,5 skala richter terjadi di provinsi Sulawesi Tengah pada pukul 5:02 sore Jumat lalu, disertai kemudian dengan gelombang tsunami yang mengancurkan kota Palu. Jumlah korban saat ini telah mencapai lebih dari 1,200 jiwa dan diperkirakan akan terus meningkat, menurut beberapa laporan media di Indonesia.

Masih banyak daerah yang dilanda oleh bencana dahsyat ini yang sulit untuk dijangkau regu penyelamat dan pencarian korban, Taiwan Times melaporkan.

Perdana Menteri Taiwan William Lai Ching-te telah mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban, dan Kementerian Ketenagakerjaan negara tersebut akan menawarkan bantuan penuh bagi para pekerja asal Indonesia di Taiwan yang keluarganya terkena musibah bencana ini.

Pada akhir Agustus 2018, ada lebih dari 262.000 pekerja migran asal Indonesia di Taiwan, kebanyakan dari mereka merupakan pekerja atau perawat rumah tangga, menurut data-data dari Badan Pengembangan Sumber Tenaga Kerja Taiwan.

Menteri Tenaga Kerja Hsu Ming-chun juga telah membuat ajakan umum yang menganjurkan para majikan di Taiwan untuk menunjukkan belas kasihan dan mengijinkan pekerja mereka kembali ke kampung halaman apabila memang perlu.

Pekerja migran Indonesia yang memerlukan untuk pulang ke tanah air berkenaan dengan bencana gempa bumi dan tsunami ini dapat menghubungi nomor hotline untuk konseling dan perlindungan bagi pekerja asing di 1955, untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai bagaimana dapat mendaftar untuk pulang.

Original: Indonesians allowed to go home after quake, tsunami