Seorang hakim di Malaysia telah menegur seorang pekerja ilegal yang mengaku bersalah telah melakukan penyogokan, dimana kemudian terdakwa mengaku tidak mengerti tuduhan yang ditujukan kepadanya ketika tuduhan tersebut dibacakan dalam bahasa Melayu.

Pengadilan di Shah Alam tersebut mendengarkan bahwa pria Indonesia yang tertuduh tersebut diminta untuk menunjukkan dokumen identitas dirinya ketika dia dihentikan oleh seorang polisi lalu lintas di Jalan Tol Petaling Jaya pada tanggal 3 Oktober, China Press melaporkan.

Didapati telah melampaui masa berlaku visa nya, pria tersebut diduga mencoba untuk menyogok sang polisi dengan uang sebesar 100 ringgit (US$24) dan polisi tersebut pun segera menangkap warga negara Indonesia tersebut.

Pria itu mengaku bersalah ketika kasusnya disebutkan di pengadilan pada hari Jumat, namun kemudian dia berkata tidak mengerti tuduhan nya karena dibacakan dalam bahasa Melayu, membuat hakim menegurnya. Kasus tersebut pun akan menjalani persidangan pada tanggal 12 November.

Apabila terbukti bersalah melanggar UU Malaysia mengenai korupsi, pria tersebut dapat menghadapi masa tahanan paling lama 20 tahun dan denda sebesar lima kali dari jumlah sogokan yang dimaksud, atau digantikan dengan hukuman denda sebesar 10.000 ringgit (US$2.407).

Original: Migrant pleads guilty, then admits that he didn’t understand