Seorang pria Indonesia dipenjara di Malaysia karena memiliki gambar-gambar dan video-video yang terkait dengan sel teror Negara Islam (ISIS).

Mohammed Al-Arshy Mus Budiono, 24, mengaku bersalah memiliki materi-materi propaganda teror pada tanggal 17 Oktober di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, New Straits Times melaporkan.

Dalam persidangan, Budiono didapati memiliki sembilan buah video dan lima gambar yang berhubungan dengan sel teror yang dimaksud dalam telepon genggam nya. Jaksa Munirah Shamsudin meminta pengadilan untuk memberikan pelajaran kepada tersangka.

Pengacara Budiono Zaini Bakar memohon keringanan hukum, dengan mengatakan bahwa Budiono bekerja untuk menanggung empat saudara kandungnya yang masih merupakan pelajar sekolah di Jawa Timur. Sang pengacara juga berkata bahwa klien nya tidak tahu bahwa tindakannya melanggar hukum.

Hakim Mohammad Nazlan Mohammad Ghazali menjatuhi hukuman penjara 18 bulan kepada Budiono dan menganjurkan kepada tersangka agar tidak lagi terlibat dalam aktivitas ilegal, khususnya kegiatan-kegiatan teror. Hakim juga berkata bahwa tindakan kriminal yang berhubungan dengan teror mengancam keamanan nasional dan sitem demokrasi negara.

Original: Man jailed for having terror-related materials in Malaysia