Seorang pria Taiwan berusia 52 tahun ditangkap pada hari Minggu di Taoyuan, Taiwan atas dugaan mengoperasikan beberapa rumah bordil yang disamarkan sebagai tiga tempat pijat Thailand, dan memaksa 16 wanita Indonesia ilegal terlibat dalam perdagangan seks.

Menerima informasi mengenai perdagangan seks yang dimaksud, pada tanggal 7 Oktober beberapa petugas Imigrasi Taoyuan menggerebek beberapa lokasi dekat kuil Jingfu dan menahan tujuh pelanggan pria yang sedang dilayani secara seksual serta enam pekerja rumah-rumah bordil terselubung tersebut, termasuk diantaranya seseorang yang diduga sebagai kepala dari geng perdagangan seks tersebut, China Times melaporkan.

Sang kepala geng, yang diketahui pernah ditangkap sebanyak dua kali serta didenda sebesar NT$600.000 karena mempekerjakan pekerja migran ilegal, dituntut atas tuduhan menjalankan usaha rumah bordil dan atas perdagangan manusia yang melibatkan ke-16 tukang pijat wanita asal Indonesia tersebut, yang juga dipaksa untuk menyediakan layanan seks kepada pelanggan selama 16 jam sehari dan tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa sang kepala rumah bordil membayar beberapa agensi tenaga kerja sebesar NT$1.500 per pekerja migran ilegal tersebut, yang kondisinya sangat rentan karena tidak berani mencari pertolongan dengan tidak adanya dokumen perjalanan yang sah.

Menurut laporan yang ada, setiap sesi layanan seks memakan waktu dua jam dengan harga NT$1.600, dimana sang kepala akan mengambil NT$1.000, menyisakan hanya NT$600 bagi para wanita tersebut, yang tetap harus membayar sewa tempat tinggal dan biaya air, listrik dan lainnya di tempat itu, serta harus membayar pekerja-pekerja rumah bordil yang bersangkutan apabila mereka didapati tidak mamakai make-up atau bertengkar dengan teman sekamar mereka.

Mereka tidak disediakan kondom untuk perlindungan dari penyakit menular. Polisi berhasil menemukan sebuah laporan yang mencatat pemasukan bulanan bisnis seks tersebut sebesar NT$1 juta.

Original: Man arrested for forcing 16 Indonesians into prostitution