Seorang majikan di Singapura berkata bahwa pekerja rumah tangganya telah membahayakan keluarganya dengan masalah pinjaman dari rentenir.

Pria Singapura berusia 47 tahun tersebut menyampaikan lewat media sosial kemarahan dan kekecewaannya terhadap sang pekerja asal Indonesia yang telah bekerja pada keluarganya selama delapan tahun, setelah menerima beberapa ancaman dari beberapa rentenir yang berpotensi membahayakan rumahnya dan tiga orang anaknya.

Pria itu berkata kepada Shin Min Daily News dalam sebuah wawancara bahwa pada tanggal 26 Agustus tahun ini dia dikontak oleh seorang rentenir yang mengancamnya akan membakar rumahnya apabila sang pekerja masih belum juga melunasi pembayaran hutangnya.

Ketika sang majikan menanyakan mengenai hal tersebut kepada pekerja rumah tangga yang bersangkutan, pekerja itu pun mengaku telah mengambil pinjaman untuk menolong keluarganya di Indonesia mengurus keperluan yang mendesak. Ketika mengambil pinjaman itulah dia memberikan kepada rentenir informasi tentang ijin kerja serta nama, alamat dan nomor telepon majikannya.

Namun wanita tersebut menyangkal bahwa dia masih berhutang. Dia berkata bahwa dia meminjam uang sebesar S$300 (US$219) dan telah membayar kembali sebesar S$700.

Dua minggu kemudian, majikannya menerima sebuah pesan WhatsApp yang menuntut agar pekerjanya membayar kembali S$400 sesegera mungkin.

Sang majikan pria tersebut kemudian mengetahui bahwa pekerja rumah tangganya telah berhutang pada lebih dari satu tempat pinjaman dan hutang terakhir dia adalah sebesar S$1.500. Dia pun akhirnya menyetujui untuk membantu bayar hutang pekerjanya lewat pengambilan gaji di muka.

Menurut laporan yang ada, sang majikan telah melaporkan kasus ini kepada polisi, sementara pekerja yang bersangkutan akan kembali ke Indonesia setelah seluruh masalah pinjaman ini telah tuntas.

Original: Loan sharks threaten to torch home of Indonesian worker’s employer