Seorang pekerja bangunan asal Indonesia telah dibebaskan oleh sebuah pengadilan Malaysia pada hari Senin setelah sebelumnya menghadapi tuduhan membunuh teman kerjanya yang berasal dari Bangladesh.

Tuduhan tersebut dibatalkan oleh karena jaksa penuntut tidak dapat menyediakan saksi atas dugaan pembunuhan tersebut.

Seorang pekerja migran Indonesia berusia 41 tahun yang bernama Suri sebelumnya menghadapi tuduhan pembunuhan setelah dia dan seorang tersangka lainnya, yang masih belum ditemukan, menjadi tersangka pembunuhan warga negara Bangladesh Mohammad Ali Ashraf, 28, di daerah bangungan halte bus cepat KL di Gombak, Kuala Lumpur pada tanggal 11 Mei 2017, The Sun Daily melaporkan.

Apabila terbukti bersalah, dia dapat dijatuhi hukuman mati. Menurut hasil otopsi, kematian korban disebabkan oleh sebuah tusukan yang mematikan di bagian belakang tubuh korban.

Pada hari Senin, komisaris peradilan Datin Zalita Zaidan menyatakan Suri tidak bersalah, dengan menggarisbawahi bahwa jaksa gagal membuat kasus terhadap tersangka, ditambah dengan tidak adanya saksi yang benar, New Straits Times melaporkan.

Namun, setelah dibebaskan dari tuduhan pembunuhan, Suri segera ditangkap kembali tepat setelah dia meninggalkan ruang pengadilan, atas tuduhan tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.

Original: Murder charge dropped against Indonesian worker in Malaysia