Seorang pekerja rumah tangga Indonesia di Hong Kong bertekad untuk menjadi seorang jurnalis untuk membuat lebih banyak orang mengerti mengenai kehidupan seorang pekerja rumah tangga di kota tersebut lewat berita-berita dan foto-foto nya.

Arista yang telah bekerja sebagai PRT di Hong Kong selama 10 tahun, berkata bahwa menjadi jurnalis adalah impiannya, menurut sebuah video wawancara di situs berita HK01.com

Karena dia senang menulis dan fotografi, pada hari Minggu dia bekerja sebagai jurnalis fotografi secara sukarela untuk sebuah koran Indonesia, melaporkan mengenai kehidupan warga negara Indonesia di Hong Kong.

Arista merasa bahwa beberapa orang di Hong Kong mendiskriminasikan orang-orang seperti dirinya karena mereka tidak mengerti mengenai pekerja rumah tangga. Adalah sesuatu yang biasa bagi para PRT untuk menghadapi situasi yang tidak baik dimana mereka dipandang rendah oleh warga Hong Kong, yang mana menyakiti perasaan mereka.

Dia mau lebih banyak lagi orang-orang di Hong Kong mengerti mengenai PRT Indonesia lewat berita-berita yang diliputnya.

Selain bekerja sebagai seorang reporter pada hari Minggu, Arista juga mengadakan pelatihan-pelatihan bagi sesama PRT di Taman Victoria, Hong Kong, dimana banyak PRT asal Indonesia suka berkumpul. Dalam pelatihannya, dia mengajar cara menulis dan bagaimana caranya menjadi seorang jurnalis.

“Beberapa majikan mengira kami hanya kumpul-kumpul dengan teman-teman untuk kesenangan belaka setiap hari Minggu, namun kelompok kami tidak hanya duduk-duduk santai di taman,” demikian ungkap Arista.

Kelompok belajarnya membantu para PRT belajar bahasa Inggris dan Kanton, serta seni forografi.

“Ada banyak yang kami pelajari dan kami memiliki potensi itu. Kalau saja kami mendapatkan kesempatan, pasti kami bisa memajukan diri sendiri,” imbuhnya.

Arista dan teman-temannya juga mengadakan sebuah pameran foto yang menunjukkan PRT asal Indonesia di Hong Kong. Dia mengerti bahwa para PRT hidup jauh dari kampung halaman, dan terkadang mengalami naik turunnya kehidupan. Namun dia merasa apabila para PRT ini berdiri bersama maka mereka dapat mengatasi setiap kesulitan kehidupan bekerja di luar negeri.

Original: Indonesian is domestic worker and part-time journalist