Karya-karya yang menang dalam acara Penghargaan Sastra Migran Taiwan tahun ini telah diterbitkan dalam bentuk buku, dengan penyelenggara memuji pesan-pesan kuat dari para pekerja migran yang dituangkan dalam karya-karya tersebut.

Pemilik toko buku Brilliant Time Zhang Zheng berkata cerita-cerita yang memukau tersebut menunjukkan bagaimana para pekerja tersebut “tidak dapat diremehkan sama sekali” atas kontribusi mereka. Karya-karya yang menang dalam acara penghargaan tahunan yang telah diadakan kelima kalinya tersebut diumumkan beberapa bulan yang lalu.

Penghargaan utama diberikan kepada penulis asal Indonesia yang bernama Loso Abdi untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, dengan karya yang berjudul Tentang Cinta, yang menceritakan kisah nyata seorang wanita bernama Umi yang menjaga seorang anak di Taiwan yang telah sembilan tahun menderita cacat.

Umi, seorang pekerja migran Indonesia, memiliki dua orang anak di kampung halaman nya namun dia mendedikasikan hidupnya untuk menolong anak perempuan majikannya. Dan ini menghasilkan sebuah hubungan yang tidak dapat dipisahkan, yang melebihi dari hubungan yang biasa antara seorang pekerja rumah tangga dan majikannya.

Loso Abdi, yang juga merupakan seorang mantan pekerja migran, sebelumnya pernah memenangkan Penghargaan Sastra Migran Taiwan 2016, dimana saat itu dia menuliskan karyanya dengan menggunakan nama Justto Lasoo.

Sementara itu, penghargaan dari juri diberikan kepada penulis Filipina Melinda M. Babaran untuk karyanya yang berjudul Latay sa Laman (dalam bahasa Indonesianya berarti Luka Cambuk Pada Daging). Dia mengikuti kompetisi tersebut untuk pertama kalinya.

Babaran menceritakan tentang kedukaannya ditolak oleh ayahnya sendiri ketika dia sedang bertumbuh besar dan bagaimana ahirnya terjadi rekonsiliasi diantara keduanya. Ayahnya akhirnya menerima nya sebelum sang ayah meninggal.

Original: Migrant stories send powerful message, says award convenor