Pemutaran sebuah film dokumenter mengenai empat orang pekerja migran asal Asia Tenggara di Taiwan, yang diadakan oleh Departemen Tenaga Kerja Pemerintahan New Taipei City pada hari Minggu, telah diterima dengan baik bukan saja oleh hadirin asing, melainkan juga warga lokal Taiwan.

Hsu Hsiu-neng, kepala Departemen Tenaga Kerja New Taipei, berkata ada sekitar 700.000 pekerja migran di negara pulau tersebut, yang memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat disana, Taiwan Shin Sheng Daily News melaporkan.

Mereka tidak hanya beradaptasi dengan budaya Taiwan dalam hal perbedaan budaya dan bahasa, serta perubahan pola makan dan gaya hidup, namun mereka berhasil mencapai cita-cita mereka disana, menurut Hsu.

Film dokumenter bertajuk “Local Outlanders”, yang dalam Bahasa Indonesia nya berarti “Orang Asing Lokal”, menceritakan kisah kehidupan dari empat orang pekerja migran di Taiwan. Yang pertama, Tina Sutinah asal Indonesia, yang telah bekerja selama 12 tahun sebagai seorang perawat rumah tangga, menjaga seorang ibu lanjut usia dari majikannya.

Kedua, Mario Subeldia dari Filipina, yang merupakan orang asing pertama di Taiwan yang menerima surat ijin sebagai artis jalanan.

Kisah ketiga menceritakan tentang pekerja asal Thailand bernama Sathaporn Klaharn, yang ingin mempromosikan muay Thai di Taiwan, sementara yang keempat mengisahkan hidup seorang asal Vietnam yang bernama Vu Duc Tranh, dimana semasa remaja dikenal suka memberontak, namun akhirnya mampu berubah menjadi baik setelah mulai bekerja di sebuah perusahaan Sanyo Electric di Taiwan, dimana dia juga mulai menggeluti hobi nya dalam membuat film dan melukis.

Film berdurasi 48 menit tersebut dapat ditonton gratis secara online lewat YouTube dan diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat umum, dengan harapan Taiwan akan menjadi semakin bersahabat terhadap berbagai macam budaya yang hidup disana, dimana antara warga lokal dan warga migran semakin saling menghargai dan mendukung satu sama lain.