Petugas imigrasi Penang pada hari Selasa menyelamatkan lima wanita Indonesia yang ditipu oleh pelaku perdagangan manusia sehingga pergi ke Malaysia, dimana mereka dipaksa untuk menjadi pekerja rumah tangga tanpa bayaran dan tanpa waktu istirahat, sementara kedua pelaku yang berpura-pura sebagai agen tenaga kerja pun ditangkap.

Setelah penyelidikan selama satu bulan, pihak yang berwajib Penang menggerebek sebuah tempat pada pagi hari tanggal 27 November, menangkap seorang pria berusia 48 tahun dan seorang wanita berusia 37 tahun atas dugaan menyelundupkan kelima wanita yang dimaksud ke Malaysia dan memaksa mereka untuk bekerja dengan menahan dokumen pribadi kepunyaan mereka, surat kabar Malaysia, Guang Ming Daily, melaporkan.

Petugas kemudian dibawa oleh kedua tersangka ke empat tempat lainnya, dimana petugas menyelamatkan kelima wanita tersebut, yang masing-masing berusia antara 20 sampai 26 tahun. Menurut para korban, sindikat perdagangan manusia tersebut memaksa mereka untuk bekerja lebih dari 12 jam sehari dan mereka tidak pernah menerima gaji sama sekali.

Para wanita tersebut juga tidak diberikan waktu istirahat yang benar, serta tidak diijinkan menelepon siapapun, termasuk keluarga mereka.

Sebanyak enam paspor Indonesia, uang tunai sebesar 465 ringgit (US$111), tiga telepon genggam, satu kartu debit, tiga kartu kredit, stempel dan beberapa tanda terima perusahaan, disertai dengan dua buah mobil disita dari lokasi-lokasi penggerebekan yang terletak di daerah Sungai Petani tersebut

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa sang pria adalah gembong dari sindikat yang telah beroperasi aktif selama dua tahun belakangan tersebut. Sindikat itu dikabarkan menerima setiap bulan nya sekitar 10.000-15.000 ringgit dari setiap pekerja, yang masuk ke Malaysia lewat Johor dan dibawa ke beberapa rumah keluarga yang terletak di Sungai Petani di Kedah.

Para pelaku telah ditahan berdasarkan UU hukum pidana Malaysia Tahun 1970 Bab 117.

Original: Five women rescued and two traffickers nabbed in Penang