Pekerja migran asing di Taiwan tidak lama lagi dapat mengirim uang ke keluarga mereka di kampung halaman melalui toko serba ada berkat kebijakan yang sedang dicoba oleh pemerintah Taiwan.

Wellington Koo, kepala Komisi Pengawasan Keuangan Taiwan, FSC, berkata kepada media dalam sebuah konferensi tahunan mengenai sistem informasi keuangan bahwa sebuah pembaharuan peraturan teknologi keuangan yang baru akan memampukan para pekerja migran untuk mengirim uang ke kampung halaman melalui toserba-toserba yang ada di seluruh penjuru Taiwan, Central News Agency melaporkan.

Saat ini, para pekerja migran sering mengirim uang kepada keluarga mereka dengan menggunakan layanan Western Union Quick Cash, yang telah lama dikritik karena masalah keamanan dan penggunaan layanan pengiriman untuk tujuan pencucian uang.

Quick cash merupakan layanan online yang cepat dan nyaman, namun banyak kekurangan dalam layanan tersebut yang dapat dieksploitasi oleh para pelaku pencucian uang dan ini telah memaksa banyak bank di Taiwan untuk berhenti menawarkan layanan pengiriman uang bagi perusahaan Western Union.

Sebagai gantinya, layanan “pengiriman mikro” di toserba dapat menjadi alternatif yang lebih baik karena pilihan ini mengijinkan pekerja migran untuk mengirim uang lebih sering dan dalam jumlah yang lebih kecil.

Sang kepala FSC, Koo, menggaris-bawahi bahwa layanan baru ini hanya berlaku bagi para pekerja migran. Dia menjelaskan bahwa proses pengiriman akan konsisten, teratur dan transparan baik bagi pengirim dan penerima.