Dua belas menit. Itulah waktu yang dimiliki oleh Robin Moore, seorang fotografer dan direktur komunikasi dari Global Wildlife Conservation (GWC), dan David Hermanjaya, seorang videographer dari World Wide Fund (WWF), untuk mereka habiskan bersama salah satu mamalia paling terancam punah di dunia, yaitu suatu jenis hewan yang sangat langka sehingga orang-orang yang setiap hari melindunginya saja jarang melihatnya secara langsung.

Namun dalam hitungan menit tersebut kedua pelestari alam ini berhasil mendapatkan video dan foto-foto yang indah dan begitu intim dari badak Jawa atau badak bercula satu kecil yang secara kritis terancam punah.

Hanya 68 ekor dari hewan yang memiliki nama ilmiah Rhinoceros sondaicus tersebut yang masih hidup di dunia, dan para ahli biologi percaya bahwa hewan ini menghabiskan banyak waktu di kubangan dan sungai, mencari kesejukan, dan untuk menyingkirkan serangga dan parasit.

Berkemah diatas sebuah kubangan yang dibuat khusus untuk misi mereka, Moore dan Hermanjaya akhirnya berhasil mengalami perjumpaan sekali seumur hidup ketika satu dari hewan langka tersebut benar-benar muncul.

“Saat sore mulai mendingin dan tirai kegelapan sedang bersiap untuk turun, sebuah suara keras yang maha dahsyat meletus di sebelah kanan. Itu tidak lain selain badak,” demikian ungkap Moore. “Kami duduk diam dan menunggu. Dan kemudian hewan itu muncul dan berjalan dari hutan ke kubangan lumpur di depan kami.”

Menurut Moore, badak tersebut kemudian berperilaku alami sementara kedua aktivis alam tersebut mengambil video dan foto-foto.

“Itu pertama kalinya dalam hidup saya mendapati jari saya kaku memegang kamera, takut bergerak sama sekali. Itu merupakan sebuah momen yang nyata – setelah persiapan selama beberapa bulan, dan berhari-hari mencari, tanpa peringatan sama sekali, hewan megah bak mitos ini telah ada di depan kami,” imbuhnya.

“Dengan membagikan foto-foto ini, kami berharap dapat memberikan kepada orang-orang sebuah hubungan emosional dengan hewan langka ini – hewan yang para ahli biologi badak saja hanya dapat bermimpi untuk dapat melihat sekilas di alam bebas,” tegas Moore.

Pertemuan dengan badak Jawa tersebut merupakan bagian dari ekspedisi 10-hari yang membawa hal-hal mulai dari persediaan, makanan, generator, sampai perahu – hanya dengan menggunakan tangan.

Setiap hari, anggota tim mendayung menyusuri sungai mencari badak, dan pada malam hari bergantian tidur di atas sebuah panggung yang ditinggikan di atas kubangan.

Original: Conservationists get video footage of rare Javan rhino