Tiga orang penambak ikan dipenjara selama lima tahun di Malaysia pada Rabu lalu setelah terbukti telah memperbudak sebanyak 12 orang warga negara Indonesia.

Sim Kai Chyuan, 35, Bang Lai Seng, 49, dan seorang tersangka lainnya yang melarikan diri telah terbukti bersalah karena menjalankan kerja paksa terhadap ke-12 orang Indonesia tersebut di tambak ikan kepunyaan mereka di Yong Peng, Johor, Malaysia, The Star melaporkan.

Ketiga tersangka pun dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan masing-masing didenda sebesar 60.000 ringgit (US$14.373) atas 12 tuduhan perdagangan manusia. Sementara itu, tersangka yang masih belum tertangkap dilaporkan sebagai pemilik tambak yang dimaksud.

Berdasarkan dokumen pengadilan, para korban berusia antara 19 sampai 46 tahun. Mereka tidak diijinkan meninggalkan tambak, tidak digaji dan tidak memiliki hari libur sama sekali.

Pemerintah Malaysia saat ini sedang terus menindak tegas perdagangan manusia dan perbudakan moderen. Tahun lalu, Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan bahwa pemerintah negara tersebut telah menempatkan perdagangan manusia sebagai salah satu prioritas tertinggi yang diperangi dan mereka berharap masalah tersebut akan hilang pada tahun 2030.

Statistik dari Global Slavery Index menunjukkan sekitar 212.000 orang telah menjadi budak jaman moderen di Malaysia.

Original: Malaysian fish farmers jailed for enslaving 12 Indonesians