Beberapa investigasi yang dilakukan oleh sejumlah kelompok perlindungan hewan telah menunjukkan bahwa praktek mencuri anjing untuk daging nya masih sering dilakukan di Bali.

Mantan gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengeluarkan surat resmi pada tahun 2017 yang menganjurkan polisi setempat mengenai risiko penyakit yang dapat disebabkan oleh daging anjing. Namun surat tersebut tidak terlalu berpengaruh karena tidak adanya hukuman untuk penjualan daging anjing, menurut Madriana, kepala peternakan dan kesehatan hewan di Bali, SkyNewsNow.com melaporkan.

Dengan pihak yang berwajib perlahan-lahan mengedukasikan masyarakat umum, para penjual daging anjing pun melanjutkan usaha mereka dalam bentuk perdagangan gelap.

Penyakit rabies tidak aktif di Bali sampai pada tahun 2008, ketika seekor anjing yang mengidap rabies melompat keluar dari sebuah perahu memancing ke Pulau Dewata tersebut. Semenjak kedatangan anjing itu, lebih dari 100 anjing telah mati karena rabies, berdasarkan konfirmasi dari Asosiasi Kesejahteraan Hewan Bali, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Bali Animal Welfare Association (BAWA).

Menurut Janice Girardi dari BAWA, anjing bukan saja dicuri untuk daging nya. Seringkali, ketika pemilik sudah tidak mau merawat lagi, anjing dijual baik untuk daging nya ataupun untuk tujuan ternak anjing.

Berdasarkan UU di Indonesia, hukuman maksimum untuk mencuri seekor anjing adalah 15 tahun hukuman penjara.

Original: Stolen dog meat trade goes on in Bali