Kepolisian Malaysia percaya bahwa seorang pekerja migran Indonesia yang hilang akan membantu mereka dalam menelusuri kasus pembunuhan pengusaha Nazrin Hassan di rumah nya di daerah elit Mutiara Damansara pada bulan Juni.

Keluarga Nazrin sendiri awalnya menyangkal memiliki pembantu, namun seorang informan dari kepolisian memberitahukan kepada The Malaysian Insight bahwa sekarang mereka telah mengakui bahwa mereka sempat memiliki seorang pekerja rumah tangga. Kepolisian berharap bahwa pekerja asal Indonesia tersebut dapat “membawa mereka kepada titik terang dalam kasus tersebut”.

Mendiang kepala perusahaan inkubator modal usaha Cradle Fund tersebut tewas ketika kebakaran melahap rumah nya pada sekitar pukul 2:30 siang tanggal 14 Juni. Laporan otopsi menunjukkan bahwa korban menderita 30 persen luka bakar pada sekujur tubuhnya.

Kebakaran yang pada awalnya dinyatakan sebagai sebuah kecelakaan akhirnya di klasifikasikan ulang sebagai sebuah kasus pembunuhan setelah pemeriksaan forensik yang dilakukan oleh departemen kebakaran dan penyelamatan. Jenazah Nazrin digali keluar pada tanggal 8 Oktober dan pemeriksaan kedua pun telah diperintahkan untuk segera dilakukan, namun ahli patologi yang bersangkutan belum mengeluarkan hasil pemeriksaan mereka.

Polisi mengetahui bahwa sang pekerja rumah tangga ada di rumah tersebut ketika kebakaran terjadi, lalu kemudian dia menghilang, menurut laporan The Malaysian Insight. Mereka belum mengatakan apakah pekerja tersebut merupakan tersangka.

Pemeriksa percaya bahwa warga negara Indonesia tersebut, yang dikabari adalah seorang wanita, merupakan seorang imigran gelap, karena tidak ditemukan data-data mengenai dirinya pada catatan imigrasi. Diperkirakan status ilegal nya lah yang telah membuatnya tidak berani untuk melalui pemeriksaan berkenaan dengan kasus ini.

Original: Police want to question missing maid about Nazrin’s murder