Sebuah perusahaan energi panas bumi telah membantu para petani kopi di beberapa desa di Indonesia.

PT Supreme Energy Rantau Dedap, dengan dukungan dana dari Asian Development Bank (ADB), tengah membantu petani kopi yang berada di daerah dekat sebuah pembangkit listrik tenaga panas bumi baru yang sedang mereka bangun di Sumatra Selatan, Reuters melaporkan.

Menurut ADB dan PT Supreme Energy, mereka baru-baru ini menghubungkan petani kopi setempat dengan pembeli seperti PT Fortunium, Rumah Kopi Ranin dan Indokom. Seorang staff ADB bernama Viswanathan Ramasubramanian berkata bahwa, sebagai hasilnya, kopi setempat telah menjangkau pasar internasional.

Ramasubramanian menambahkan bahwa taraf kehidupan penduduk setempat juga dapat ditingkatkan apabila kualitas kopi di daerah tersebut dapat menarik para pembeli berpengaruh.

Perusahaan energi panas bumi tersebut membeli tanah seluas 309 hektar dari 150 rumah tangga untuk membuat pembangkit listrik baru. Setelah itu, perusaan tersebut juga membeli tanah yang tak jauh dari sana untuk dijadikan kebun kopi.

Tidak hanya itu, dua tahun lalu Supreme Energy dan ADB membawa beberapa orang ahli untuk memberikan pelatihan kepada petani kopi setempat. Setelah pelatihan ini, produksi kopi tahunan para petani yang berpartisipasi dalam pelatihan tersebut pun dikabarkan meningkat dua kali lipat.

Komunitas penanam kopi Sumatra Selatan bersifat matrilineal, dimana wanita memegang peranan mengendalikan usaha. Aset kopi keluarga pun diturunkan kepada anak perempuan tertua dalam keluarga.

Selain membantu meningkatkan produksi kopi, proyek energi panas bumi yang dimaksud pun membantu pembentukan kelompok-kelompok wanita di beberapa desa, kemudian menawarkan teknologi dan peralatan-peralatan untuk produk-produk kopi kepada kelompok-kelompok tersebut.

Original: Indonesian coffee farmers benefit from geothermal project