Polisi setempat di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menangkap seorang tersangka perdagangan manusia yang telah menjadi buron selama empat tahun.

Pada tanggal 28 Oktober di Kupang, Siprianus Kopong yang berusia 59 tahun berhasil ditangkap setelah empat tahun bersembunyi dari kejaran aparat, UCA News melaporkan. Kopong dikabarkan telah dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada tahun 2018.

Menurut Jaksa Dedie Tri Hariyadi, Kopong menyelundupkan ratusan korbannya yang kebanyakan wanita, dari NTT ke negara-negara tetangga.

Martinus Gabriel Goa Sola, kepala sebuah organisasi non pemerintah, berkata bahwa penangkapan buron tersebut akan menjadi peringatan bagi pelaku perdagangan manusia lainnya. Dia menambahkan bahwa Kopong hanyalah seorang pion dalam sebuah “sindikat perdagangan manusia yang jauh lebih besar” dari yang terlihat.

Sola berharap Kopong akan menghantarkan pihak yang berwajib kepada pelaku kriminal lainnya dalam jaringan perdagangan manusia tersebut.

Maria Hinggi dari Persatuan Pekerja Migran Indonesia untuk NTT juga berkata bahwa Kopong akan menjadi contoh agar seluruh masyarakat tahu bahwa tidak boleh ada siapapun yang mengeksploitasi kaum tidak berada dan mengiming-imingi mereka dengan janji-janji palsu.

Sementara itu, menurut Sola ada sekitar 2.000 orang yang diselundupkan dari NTT ke Malaysia setiap tahunnya.

Original: Fugitive Indonesian human trafficker arrested after four years