Seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia ditangkap di Kowloon, Hong Kong pada hari Sabtu atas dugaan menggunakan obat atau memakai alat untuk melakukan aborsi, setelah seorang bayi yang lahir prematur ditemukan dalam sebuah kamar mandi di sebuah mal perbelanjaan sehari sebelumnya.

Seorang petugas kebersihan menemukan bayi yang baru lahir tersebut dalam sebuah tong sampah di kamar mandi wanita yang terletak di lantai tujuh di Pusat Perbelanjaan Tsz Wan Shan, pada pukul 3 sore hari Jumat, Sing Tao Daily melaporkan.

Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan masih melekat pada ari-ari dan tali pusar nya. Karyawan manajemen pusat perbelanjaan tersebut pun menghubungi polisi dan bayi tersebut segera dilarikan ke rumah sakit, namun bayi itu akhirnya dinyatakan meninggal setelah usaha untuk menyadarkannya kembali gagal.

Polisi pun memeriksa rekaman kamera keamanan dan menemukan seorang wanita non-lokal memasuki kamar mandi wanita yang bersangkutan pada sekitar pukul 1 siang pada hari Jumat. Wanita tersebut diduga berada dalam kamar mandi itu selama 15 menit, Sing Pao melaporkan.

Tim pemeriksa mendapati bentuk tubuh wanita yang masuk ke dalam kamar mandi tersebut telah berubah ketika dia meninggalkan kamar mandi – dia sudah tidak memiliki perut yang bengkak.

Petugas berhasil menemukan wanita berusia 31 tahun tersebut dan mendatangi rumah majikan sang wanita di gedung Che Cheung di Po Tin Lane, dimana wanita itu pun ditangkap.

Diketahui bahwa pekerja rumah tangga yang telah bekerja di Hong Kong sejak tahun 2015 tersebut – menjaga seorang pria lanjut usia di Tsz Wan Shan – bertemu dengan seorang pria lokal yang kemudian menjadi kekasihnya dan menghamilinya.

Tersangka pada Jumat siang sedang menemani majikan lansia nya keluar rumah dan tiba-tiba merasakan sakit. Dia kemudian pergi ke kamar mandi dan bayinya pun dilahirkan disana.

Petugas yang berwajib mencurigai wanita tersebut telah mengkonsumsi obat-obatan untuk mempercepat waktu melahirkan bayi nya.

Original: Indonesian domestic arrested after body of baby boy found