Seorang pekerja rumah tangga asal Filipina telah memenangkan tuntutan ganti rugi terhadap mantan majikannya di Singapura yang telah menganiayanya dan dia pun menerima lebih dari S$7.000 (US$5.100).

Jane (nama samaran), yang mulai bekerja pada majikan tersebut di tahun 2012, dilaporkan telah dianiaya, ditampar, ditendang dan ditonjok oleh sang majikan wanita. Selain itu, dia tidak diberikan satu hari libur pun selama 11 bulan dia bekerja, Today Online melaporkan.

Pekerja rumah tangga itu pun meminta bantuan dari Justice Without Borders (JWB), sebuah organisasi non pemerintah regional yang menolong korban eksploitasi sumber daya manusia dan perdagangan manusia menuntut ganti rugi. Dengan bantuan mereka, Jane pun memenangkan kasus pengadilan melawan mantan majikannya.

Dengan bantuan organisasi JWB tersebut, sang majikan akhirnya dijatuhi hukuman penjara atas tuduhan melakukan pengurungan yang tidak benar terhadap orang lain serta melukai orang lain dengan sengaja. Setelah sidang melawan majikannya selesai, Jane harus meninggalkan Singapura pada tahun 2016, sekalipun dia belum menerima gaji nya yang belum dibayar.

Namun, JWB baru-baru ini berhasil memenangkan klaim tersebut dan sang pekerja rumah tangga pun menerima bayaran sekitar S$7.000, sebagian besar merupakan gajinya yang belum dibayar.

Antara tahun 2015-2017, organisasi JWB telah mengurus lebih dari 430 kasus yang memiliki potensi klaim – lebih dari 200 kasus diantaranya melibatkan pekerja rumah tangga di Singapura. Tahun ini, organisasi tersebut sedang mengurus sebanyak 49 kasus, yang 15 diantaranya melibatkan pekerja rumah tangga asal Filipina dan Indonesia yang bekerja di Singapura.

Original: Domestic worker wins claims from employer with help from NGO