Petugas kepolisian yang menggerebek sebuah sarang perjudian ilegal di Tainan, Taiwan pada akhir pekan tersandung dua orang pria Indonesia yang ketiduran ditengah-tengah pekerjaan mereka di sebuah pabrik besi.

Polisi mendapati seorang diantara mereka adalah seorang pekerja migran yang melarikan diri dari majikan yang sebenarnya, sementara seorang lainnya hanya memiliki visa turis.

Petugas kepolisian kota Tainan memasuki sebuah Gedung dekat Sungai Yanshui di Wilayah Annan pada sekitar pukul 1 pagi hari Sabtu dan menemukan sebanyak 21 orang yang terlibat dalam sebuah perjudian ilegal yang kemudian ditangkap beserta lima orang lainnya yang mengoperasikan sarang perjudian tersebut, Central News Agency melaporkan.

Tanpa disengaja, disebelah sarang perjudian tersebut, polisi menemukan dua orang pria Indonesia yang tertidur pulas dalam sebuah pabrik besi. Keduanya tidak terlibat dalam aktivitas perjudian yang dimaksud namun mereka didapati bekerja secara ilegal ketika dokumen mereka diperiksa polisi, The Liberty Times melaporkan.

Seorang diketahui melarikan diri dari majikannya di Taichung dua bulan yang lalu karena dia tidak diberikan gaji lebih untuk waktu lebih dia bekerja dan hanya menerima gaji bulanan nya saja, yaitu sebesar NT$23.000 (US$746). Dia kemudian pergi ke Tainan dan berhasil mendapatkan pekerjaan nya sekarang dengan gaji sebesar NT$33.000 (US$1.070) per bulannya.

Pria kedua didapati telah tinggal di Taiwan melampaui batas waktu visa turis nya dan bekerja secara ilegal untuk mengumpulkan uang beli tanah di kampung halamannya.

Keduanya telah diserahkan kepada Badan Imigrasi Nasional Taiwan, sementara tempat mereka bekerja akan didenda oleh Kementerian Tenaga Kerja karena mempekerjakan pekerja ilegal.

Original: Gambling raid finds two illegal workers sleeping on the job