Seorang wanita Indonesia yang suaminya, seorang pria asal Kashmir, tewas dalam baku-tembak antara petugas dan militan di wilayah Kashmir, menuntut keadilan untuk mendiang suaminya.

Pada tanggal 15 Desember sekitar pukul 8:30 pagi, Abid Nabi Lone meninggalkan rumah nya di Karimabad Pulwama untuk bertemu dengan saudara sepupunya, namun dia kemudian terbunuh ketika terjebak dalam baku-tembak antara militan dan pihak yang berwajib di kampung tetangga, Kashmir Times melaporkan.

Sang janda yang bernama Saima berkata dia tidak dapat menggambarkan perasaan sakit nya ketika melihat jenasah sang suami. Saima dan Abid menikah di Indonesia pada tahun 2016. Mereka bertemu ketika keduanya bekerja pada sebuah perusahaan swasta disana.

Wanita Indonesia tersebut pun pindah ke Kashmir bersama suami nya pada bulan Januari 2017 dan pada bulan September tahun ini, anak perempuan mereka yang bernama Adeefa lahir.

Wanita itu pun berkata dia tidak lagi mau tinggal di Kashmir karena sudah tidak ada lagi tujuan hidup baginya disana. Dia berkata bahwa dia beserta anaknya akan kembali ke Indonesia pada saat paspor sang anak telah dikeluarkan perwakilan Indonesia disana.

Saima menambahkan dia menuntut agar orang-orang yang menewaskan suaminya dipenjara, serta seluruh pembunuhan di Kahsmir dihentikan. Dia berkata bahwa dia telah melihat orang-orang Kashmir yang dibunuh seperti binatang semenjak pertama kali dia tiba di daerah tersebut. Dia secara khusus berkata dia ingin memberitahukan kepada orang-orang India untuk berhenti membunuh orang-orang Kashmir.

Saima berkata bahwa sang suami tertembak dua peluru, satu didekat mulutnya dan yang lainnya di leher. Kashmir merupakan daerah konflik semenjak tahun 1947, dengan India dan Pakistan keduanya mengklaim tanah yang kaya akan sumber daya alam tersebut.

Original: Indonesian widow of man killed in Kashmir wants justice