Seorang wanita Indonesia yang meninggal karena rabies di negara bagian Sarawak di Malaysia pada hari Senin diketahui terjangkit penyakit tersebut di negara nya sendiri, pihak yang berwajib Malaysia menegaskan dalam sebuah surat pernyataan.

Pada hari Rabu, Dirjen Kesehatan Malaysia (MOH) Dr. Noor Hisham Abdullah berkata bahwa wanita tersebut digigit oleh seekor anjing miliknya pada bulan September di Indonesia, Bernama melaporkan.

Wanita tersebut kemudian segera dibawa ke sebuah rumah sakit swasta di Kuching, Sarawak, setelah kondisi nya memburuk. Dia meninggal pada hari Senin oleh karena rabies.

Sarawak memang telah terkena wabah penyakit rabies namun Abdullah berkata kasus ini tidak dapat diikutsertakan dalam jumlah resmi kematian karena rabies di negara bagian tersebut oleh karena wanita yang dimaksud terkena penyakit itu di Indonesia.

Dia menambahkan bahwa MOH diberitahukan mengenai kasus tersebut melalui International Health Regulations Focal Point Malaysia-Indonesia. MOH juga akan bekerja sama dengan petugas negara bagian Sarawak serta pihak yang berwajib Indonesia untuk mengurangi penyebaran wabah rabies di wilayah tersebut.

Negara bagian Sarawak dan Sabah di Malaysia berbagi wilayah darat Pulau Kalimantan dengan Indonesia dan Brunei.

Rabies dinyatakan sebagai sebuah wabah di Sarawak pada 1 Juli tahun lalu. Telah tercatat sebanyak 16 kasus rabies disana, 15 diantaranya berujung kematian. Selain kasus wanita Indonesia tersebut, kematian terakhir yang disebabkan oleh rabies dilaporkan pada tanggal 10 Desember tahun ini.

Original: Indonesian rabies victim not infected in Malaysia: officials