Seorang wanita Indonesia berusia 31 tahun di kota Taipei, Taiwan, yang baru sekitar satu minggu saja bekerja menjaga seorang bayi laki-laki berusia tujuh bulan yang merupakan anak dari sebuah pasangan Indonesia, ditangkap pada hari Minggu atas dugaan menganiaya anak tersebut.

Pada tanggal 9 Desember pukul 5 pagi, orang tua sang anak menerima telepon dari pekerja itu, memberitahukan kepada mereka bahwa bayi laki-laki mereka tidak sadarkan diri, Taiwan Apple Daily melaporkan.

Pasangan tersebut segera bergegas menemui sang pekerja dan bayi tersebut di stasiun MRT Taipei Bridge dan dari sana mereka pun naik taksi ke Rumah Sakit Wanfang.

Sekalipun anak itu tidak menunjukkan tanda-tanda cidera yang jelas, seorang ahli menemukan bahwa anak tersebut mengalami pendarahan di otak, yang segera membutuhkan operasi darurat.

Selama proses operasi, pekerja yang ternyata merupakan seorang pekerja migran ilegal tersebut pun mengambil kesempatan untuk melarikan diri.

Pada sekitar pukul 5:30 sore di hari yang sama, petugas kepolisian mencegat sang pekerja dan menangkapnya atas dugaan menyebabkan cidera pada anak yang dijaganya.

Dia pun mengakui kepada polisi bahwa dia marah karena bayi tersebut terus menangis semalaman sehingga membuatnya tidak bisa tidur karena terus terbangun oleh suara tangisan sang bayi. Dia juga mengaku bahwa dia akhirnya mengangkat anak itu dan menggoyang-goyangkannya sampai kemudian tanpa sengaja kepalanya terpukul.

Dalam pemeriksaan, polisi juga mendapati bahwa sementara ayah sang anak merupakan seorang pekerja migran yang sah, ibunya ternyata berada di negara tersebut secara ilegal; sang ibu dikabarkan mencari seorang pekerja untuk menjaga anaknya lewat aplikasi Line pada tanggal 2 Desember dan mempekerjakannya dengan gaji sebesar NT$14.000 (US$453) per bulannya.

Sementara itu, laporan mengenai kasus ini tidak memberikan informasi lebih mengenai keadaan terakhir anak tersebut.

Original: Caregiver arrested for allegedly knocking child unconscious