Sebuah laporan berita AP mengenai ribuan perempuan Indonesia yang hilang di luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia, telah membuat pihak yang berwajib di Indonesia mengambil tindakan terkait laporan tersebut.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi berkata bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan polisi untuk mencari para perempuan Indonesia yang diberitakan hilang oleh AP, Sentinel-Echo melaporkan.

Soi menambahkan bahwa petugas pemda juga akan memperketat pemeriksaan di bandara udara serta pelabuhan-pelabuhan laut untuk menghentikan tindakan kriminal para pelaku perdagangan manusia.

Menurut sang wagub, sebanyak 386 orang yang menjadi korban perdagangan manusia telah berhasil diselamatkan oleh petugas antara bulan Oktober dan November.

Soi membuat pernyataan umum tersebut sehari setelah AP melaporkan berita yang dimaksud, menyangkut ratusan, bahkan ribuan, perempuan yang dilaporkan menghilang dari provinsi NTT. Kebanyakan dari mereka diberitakan telah ditipu oleh perekrut illegal yang memikat para remaja putri dengan janji-jani palsu tentang pekerjaan di luar negeri dengan gaji yang tinggi.

Sementara itu, Interpol juga akan dilibatkan untuk menyelesaikan masalah ini.

Menurut laporan berita AP yang dimaksud, lebih dari 61.000 pekerja migran telah dilaporkan hilang atau meninggal semenjak 2014, ditambah dengan masih banyaknya kasus-kasus yang tidak terdata.

Original: Missing migrant girls report sparks action in Indonesia