Seorang pengendara motor wanita asal Filipina berusia 39 tahun ditangkap oleh polisi di Pingtung, Taiwan, setelah dia diduga bertabrakan dengan seorang pengendara motor lainnya lalu kemudian dia melarikan diri dari tempat kejadian.

Pada sekitar pukul 6:30 pagi tanggal 14 Desember, petugas kepolisian Pingtung menerima laporan mengenai kecelakaan lalu lintas di persimpangan Jl. Bo’ai dan Jl. Chaolong, The Real Daily melaporkan.

Seorang pengendara motor wanita asal Indonesia terpental dari motor nya setelah ditabrak oleh sebuah motor yang dikendarai oleh seorang wanita yang sedang membonceng seorang penumpang pria.

Pemeriksaan awal kepolisian menemukan bahwa setelah tabrakan wanita dan penumpang nya tersebut membantu wanita yang terluka karena terpental dari motor nya, dan membawa nya serta motor nya ke pinggir jalan. Namun setelah itu, bukannya menghubungi polisi, mereka malah melarikan diri dari tempat tersebut.

Wanita yang terluka tersebut dibawa oleh polisi ke Rumah Sakit Universitas Fooyin, dimana dia didapati menderita patah tulang pada tangan kiri nya.

Dengan menggunakan rekaman kamera CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi serta mencari lokasi sang pengendara motor yang melarikan diri tersebut, yang diketahui kemudian berasal dari Filipina.

Ketika diinterogasi, dia mengaku kepada petugas bahwa dia terlalu takut untuk melapor kepada polisi dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan setelah kecelakaan tersebut, berdasarkan laporan berita ettoday.net.

Petugas pun menangkap wanita Filipina tersebut dengan tuntutan tabrak lari yang menciderai sang wanita Indonesia.

Original: Taiwan police charge Filipina motorcyclist over hit-and-run