Sebuah pertemuan tertutup antara kepala departemen tenaga kerja Taiwan dan Indonesia yang membahas masalah-masalah menyangkut pekerja migran di negara pulau tersebut, termasuk hak-hak para pekerja migran, akan diadakan pada hari Jumat di Taipei.

Diharapkan pertemuan ini akan menghasilkan kenaikan upah minimum para pekerja rumah tangga asing dan perawat rumah tangga. Menteri Tenaga Kerja Indonesia Hanif Dhakiri tiba di Taiwan pada hari Kamis dan akan menemui Menteri Tenaga Kerja Taiwan Hsu Ming-chun pada hari Jumat.

Sebuah nota kesepahaman mengenai perekruktan, penempatan kerja dan perlindungan pekerja migran Indonesia akan ditanda-tangani, United Daily News melaporkan.

Selain itu, menurut spekulasi, pemerintah Indonesia menginginkan Taiwan untuk meningkatkan upah minimum bagi para pekerja dan perawat rumah tangga dari NT$17.000 (US$552) sampai NT$19.000 (US$616) karena kelompok pekerja ini tidak diikutsertakan dalam UU ketenagakerjaan Taiwan dan mereka menerima gaji lebih kecil dari para pekerja pabrik atau perawat yang bekerja di pusat-pusat perawatan.

Menurut data yang ada, Taiwan mempekerjakan lebih dari 240.000 pekerja migran sebagai pekerja atau perawat rumah tangga, 190.000 diantaranya merupakan pekerja migran Indonesia. Ini berarti 76 persen dari seluruh pekerja migran di Taiwan dalem kategori ini berasal dari Indonesia.

Masalah-masalah ketenagakerjaan lainnya yang juga penting, seperti ganti majikan dan pembayaran gaji lewat bank, akan dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Original: Indonesian domestic workers hoping for pay rise to NT$19,000