Sejak 2014, BNP2TKI telah menemukan lebih dari 2.600 kasus pekerja migran Indonesia yang dikabarkan meninggal atau hilang.

Marselina Neonbota masih berusia 16 tahun ketika dia memutuskan untuk meninggalkan kampung nya di Indonesia untuk bekerja di Malaysia, yang untuk kebanyakan pekerja asal Indonesia merupakan sebuah kesempatan untuk dapat menghasilkan banyak uang dalam beberapa tahun saja dibandingkan bekerja di Indonesia selama bertahun-tahun, AP melaporkan. Namun dia tidak kunjung pulang sampai hari ini.

Selain dari 2.600 kasus yang baru saja disebutkan, bahkan lebih banyak lagi orang-orang seperti Marselina, yang direkrut secara ilegal, kemudian menghilang, atau yang lebih parah lagi, kembali ke Indonesia sudah berada dalam peti mati.

Menurut beberapa sumber dari AP, lebih dari 8.000 kasus pekerja migran yang hilang atau meninggal di Asia telah dicatat sejak 2014. Kemudian, sebanyak 2.000 kasus serupa ditemukan secara khusus di Filipina. Jumlah ini pun terus meningkat.

Dan itu tidak berakhir disitu. Investigasi lebih lanjut yang dilakukan oleh AP menemukan setidaknya 61.135 pekerja migran yang hilang atau meninggal dalam suatu periode yang sama – yang mana merupakan dua kali jumlah yang ditemui oleh International Organization of Migration (IOM).

Situasi ini terus berlanjut semakin parah, dimana IOM sendiri telah mengatakan bahwa sangat sulit untuk menemukan pekerja migran yang hilang. Dalam kebanyakan kasus, pihak keluarga pun hanya memiliki informasi yang begitu minim mengenai kemana korban pergi untuk bekerja, sementara dalam beberapa kasus, pihak keluarga juga tidak memiliki foto korban sama sekali.

Original: Thousands of Indonesian workers never make it home