Seorang wanita Indonesia berusia 40 tahun, yang terlihat memegang sebuah pisau yang berlumuran darah pada hari Jumat dini hari, menyerahkan diri ke sebuah kantor polisi di Changhua, Taiwan setelah membunuh mantan suaminya yang berusia 41 tahun serta anak perempuannya yang berusia 15 tahun.

Peristiwa tersebut terjadi di Puxin pada sekitar pukul 1 malam ketika sang wanita tengah berdebat sengit dengan mantan suami nya mengenai pekerjaan, setelah sebelumnya berdebat mengenai anak perempuan mereka, Liberty Times melaporkan.

Tiba-tiba wanita itu mengambil pisau buah – yang ternyata telah dibelinya sekitar seminggu sebelumnya dan diam-diam dia simpan dalam kamar tidur – lalu kemudian menusuk pria tersebut di bagian leher dan perut sebanyak 14 kali.

Wanita yang juga sudah tidak akur dengan sang anak perempuan, yang lebih memiliki kedekatan dengan sang ayah, tersebut pun akhirnya menusuk anak nya yang saat itu sedang tertidur, sebanyak 10 kali.

Sang anak perempuan tewas ditempat sementara sang ayah dinyatakan meninggal kemudian di Rumah Sakit Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan di Changhua.

Pemeriksaan awal kepolisian menemukan bahwa tersangka, yang telah menikah dan bercerai sebanyak tiga kali, tinggal bersama mantan suami dan anak perempuan nya oleh karena masalah keuangan.

Original: Indonesian surrenders after killing ex-husband, daughter