Seorang kolumnis surat kabar di Singapura telah menuliskan dalam kolom nya pada hari Selasa sebuah himbauan untuk saling menghargai antara majikan dengan para pekerja rumah tangga.

Penulis wanita bermarga Chua tersebut menuliskan bagaimana ketika dia sedang menuju ke Poliklinik SingHealth di Bukit Merah pada saat hujan di suatu pagi, dia dikagumkan oleh dua orang pekerja rumah tangga asing yang dilihatnya sedang merawat majikan lansia mereka dengan penuh kasih dan rasa hormat, surat kabar Singapura Lianhe Zaobao melaporkan.

Chau pertama-tama melihat seorang pekerja yang sedang menolong seorang wanita di kursi roda memakai jas hujan sebelum dia sendiri mengenakan jas hujan nya. Pekerja tersebut kemudian membuka payungnya sementara mendorong sang majikan lansia ke halte bus. Melihat wajah mereka yang ceria sementara berbicara satu dengan lainnya, Chau percaya keduanya sedang menikmati sebuah hubungan majikan dan pekerja yang begitu hangat.

Kemudian sang penulis melihat seorang pekerja lainnya sedang membantu seorang majikan lansia yang menderita bungkuk cukup parah. Saat mereka berjalan bersama, pekerja tersebut mengusap-usap punggung bungkuk wanita tua tersebut.

Melihat contoh hubungan kerja yang begitu baik, sang penulis pun teringat akan pengalaman baik nya sendiri ketika mempekerjakan seorang pekerja rumah tangga untuk merawat ibunya yang saat itu berusia 96 tahun dan menderita penyakit lupa ingatan. Seiring berlalunya waktu, sang ibu hanya dapat mengenali pekerja yang merawatnya, yang menangis luar biasa ketika ibu tersebut meninggal dunia pada awal tahun ini.

Perlakukanlah pekerja rumah tangga mu layaknya anggota keluargamu sendiri, demikian Chua menghimbau, dengan menggaris bawahi juga sebuah kata bijak yang berbunyi “perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan.”

Menurut pendapat sang kolumnis, sebuah hubungan yang harmonis antara majikan dan pekerja rumah tangga membutuhkan kerja keras dari kedua belah pihak, dan khususnya dari pihak majikan yang harus menghargai budaya dari para pekerja asing yang merupakan pendatang di negara tersebut.

Dia menambahkan bahwa tindakan diskriminasi atau bahkan kekerasan oleh majikan yang dilakukan terhadap pekerja mereka harus dikecam dan dikutuk.

Original: Singapore columnist calls for respect for domestic workers