Seorang pekerja migran Indonesia berusia 26 tahun di Taiwan, yang telah didiagnosa menderita kelumpuhan permanen pada bulan Januari 2015, akhirnya dapat kembali ke kampung halamannya pada hari Kamis setelah terlaksananya sebuah kerjasama antara kedua negara yang bersangkutan.

Shinta Danuar – asal Banyumas, Jawa Tengah – telah bekerja sebagai perawat untuk seorang majikan bernama Gao Jia Tai di kota Hsinchu, Taiwan sejak April 2014, Jakarta Post melaporkan.

Pada awal Januari 2015, Kantor Ekonomi dan Perdagangan Indonesia di Taipei menerima laporan dari agensi tenaga kerja sang pekerja migran, yang memberitahukan bahwa Danuar berada dalam keadaan koma di Rumah Sakit Memorial Mackay di Hsinchu.

Saraf tulang belakang yang rusak namun bukan karena jatuh atau kekerasan fisik, melainkan karena masalah kesehatan, didiagnosa oleh rumah sakit, yang membuat Danuar lumpuh mulai dari leher kebawah, sehingga dia pun membutuhkan alat bantu pernafasan secara permanen.

Setelah dua tahun dirawat di Rumah Sakit Heping di Hsinchu, Danuar akhirnya kembali berada dalam kondisi stabil namun tetap bergantung pada alat-alat bantu kehidupan, termasuk alat bantu pernafasan nya.

Sang ibu, Suryati, telah meminta agar anak perempuannya tersebut dipulangkan ke kampung halaman, yang kemudian menarik perhatian pemerintah pusat di Jakarta.

Biaya pengembalian Danuar ke Indonesia sepenuhnya ditanggung bersama oleh Kementerian Tenaga Kerja Taiwan dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Pesawat Danuar terbang pada tanggal 29 November. Sebuah tim kesehatan dari Taiwan menyediakan penanganan khusus selama perjalanan mulai dari rumah sakit dan airport di Taiwan, sampai ke Rumah Sakit Polisi Kramat Jati di Indonesia.