Pihak yang berwajib sedang menginvestigasi pembunuhan yang dilakukan oleh pemberontak di Papua, yang telah menewaskan sebanyak 19 pekerja bangunan dan seorang anggota TNI.

Kolonel Muhammad Aidi, seorang juru bicara aparat militer, berkata beberapa anggota kelompok pemberontak bersenjata sedang melakukan upacara hari kemerdekaan mereka di wilayah Nduga di provinsi bermasalah tersebut, ketika seorang pekerja bangunan dikabarkan mengabadikan kejadian itu dalam sebuah foto, namun diketahui oleh kelompok tersebut dan menyebabkan penyerangan pembunuhan yang dimaksud, BBC melaporkan.

Sebanyak 19 pekerja bangunan dan seorang tentara diketahui telah dibunuh pada hari Minggu dan Senin, menjadikan kejadian tersebut penyerangan pemberontak paling mematikan dalam sejarah provinsi Papua.

Menurut sebuah laporan sebelumnya yang diberitakan oleh Straits Times, sebanyak 31 pekerja bangunan yang tewas terbunuh, namun jumlah tersebut kemudian direvisi oleh pihak yang berwajib.

Aidi berkata mayat para korban nahas tersebut ditemukan dekat sebuah jembatan yang sedang dibangun para pekerja nahas tersebut.

Pada hari Senin, polisi dan TNI sampai di daerah kejadian untuk melakukan pemeriksaan atas penyerangan pertama, namun mereka disambut dengan tembakan senapan oleh para pemberontak, yang menentang kontrol pemerintahan Indonesia atas tanah adat mereka serta pembangunan provinsi yang secara khusus telah didorong oleh Presiden Joko Widodo.

Seorang anggota TNI tewas dalam baku tembak ini, sementara seorang lainnya mengalami cidera.

Papua mendeklarasikan kemerdekaan dari pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1961. Namun Indonesia kemudian berhasil menduduki wilayah tersebut pada tahun 1963 dan enam tahun kemudian pengambil-alihan kekuasaan tersebut menerima pengakuan sah dari PBB.

Pemerintah Indonesia selama ini dikenal telah memberlakukan pengontrolan keras dan terkadang brutal di daerah pedalaman provinsi tersebut, yang mana begitu kaya akan sumber daya alam. Kunjungan oleh jurnalis asing ke provinsi tersebut pun sangat dibatasi.

Original: Soldier and 19 construction workers killed in Papua