Data resmi telah menunjukkan peningkatan pada jumlah pengidap HIV di Brunei Darussalam.

Menurut Kementerian Kesehatan Brunei, sebanyak 62 persen dari 265 kasus HIV telah dicatat oleh kementerian tersebut sejak 2014, The Scoop melaporkan.

Menteri Kesehatan Brunei Dr. Haji Mohammad Isham Hj Jaafar berkata mengenai peningkatan yang dimaksud dalam sebuah acara yang diadakan sebagai peringatan Hari Aids Sedunia pada tanggal 1 Desember.

Isham berkata kasus HIV di Brunei lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita. Dia menegaskan bahwa pria yang melakukan hubungan seks tanpa perlindungan dengan sesama pria atau yang berganti-ganti pasangan memiliki risiko yang lebih besar terjangkitnya virus tersebut.

Sang menteri juga menekankan pentingnya untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan bagi para pasien HIV.

Dia berkata pemerintah sudah seharusnya membantu dalam menyediakan lingkungan yang dapat memberikan dukungan hidup bagi mereka dan menurunkan stigma yang dihadapi oleh pengidap HIV.

Isham menambahkan bahwa lingkungan bebas AIDS adalah mungkin apabila pemeriksaan dan pengobatan tersedia bagi semua orang.

Penyakit AIDS telah menjadi sebuah penyakit yang terbilang cukup dapat teratasi dalam satu dekade belakangan ini, dengan bertambahnya persediaan obat-obat berharga murah, namun masih ada sekitar 37 juta orang di dunia yang saat ini hidup mengidap HIV, termasuk diantaranya 5,2 juta yang tinggal di daerah Asia-Pasifik.

Original: HIV contraction rates on the rise in Brunei