Pihak yang berwajib di Singapura telah menghimbau para pekerja rumah tangga asing disana untuk berhati-hati setelah beberapa diantara mereka didapati menerima SMS dari orang-orang yang mengaku sebagai pemberi pinjaman uang resmi.

Ini terjadi setelah dua orang pekerja rumah tangga asal Filipina dan Indonesia baru-baru ini menjadi korban lintah darat yang meminta jumlah bayaran pinjaman yang begitu tinggi.

Seorang wanita Filipina bernama Michelle, 40, membutuhkan uang untuk membantu biaya operasi jantung ibunya di kampung halaman dan dia menerima kabar tersebut pada saat majikannya sedang berada di luar negeri, Shin Min Daily News melaporkan.

Di saat bersamaan, dia menerima sebuah SMS dari orang tak dikenal yang mengaku dapat memberikan pinjaman uang secepatnya.

Karena keadaan yang mendesak dan dikagetkan oleh SMS yang dimaksud, diapun membalas orang tak dikenal tersebut dan mengatakan bahwa dia butuh meminjam sebesar S$400. Michelle mendapati hanya S$350 yang diterima dalam rekening bank nya, sementara S$50 dikatakan sang pemberi pinjaman sebagai biaya layanan pinjaman.

Dia kemudian dipaksa untuk membayar S$500 dalam minggu yang sama, kalau tidak dia harus membayar bunga mingguan sebesar S$100 apabila melewati minggu tersebut. Sang pemberi pinjaman juga mengancam akan membakar rumah majikannya apabila dia tidak mengikuti peraturan pinjaman tersebut.

Sehari setelah habis masa jatuh tempo, seorang suruhan lintah darat yang bersangkutan mendatangi rumah majikan Michelle sekitar tengah malam dengan berlagak sebagai seorang pengirim barang. Ini mengagetkan Michelle dan membuatnya melaporkan kasus tersebut ke polisi di pagi hari nya. Untungnya, sang majikan mau mengerti dan bahkan bersedia membayarkan hutangnya sebesar S$500.

Sebuah kasus lainnya melibatkan seorang pekerja asal Indonesia benama Wati, yang berusia 30 tahun dan juga dikabarkan telah menerima SMS setiap harinya pada bulan September, dari orang yang mengaku sebagai pemberi pinjaman resmi di daerah Bugis, Singapura.

Hanya karena ingin tahu dan rasa mencoba-coba, serta setelah mendapatkan “kepastian” bahwa sang pemberi pinjaman berasal dari sebuah perusahaan pinjaman uang resmi, wanita Indonesia ini pun membalas SMS tersebut dan mengambil pinjaman sebesar S$400. Dia pun diminta untuk membayar kembali sebesar S$600 dalam minggu berikutnya.

Namun kasus ini menjadi sebuah mimpi buruk berkepanjangan bagi wanita itu karena rentenir tersebut terus memasukkan uang ke dalam rekening nya tanpa permintaan darinya. Akhirnya datanglah permintaan agar dia membayar uang dengan jumlah S$2.650 yang datang dari empat orang penelpon yang mengaku sebagai rentenir.

Wati pun memberitahukan kepada majikannya mengenai apa yang dialaminya. Dia kemudian dibawa sang majikan ke kantor polisi untuk menerima bantuan hukum, dimana dia diarahkan untuk mengganti nomor rekening bank serta nomor telepon nya agar dapat berhenti menerima gangguan dari para lintah darat ini.

Polisi setempat telah menghimbau agar seluruh masyarakat lebih berhati-hati dalam hal ini. Baik majikan maupun pekerja rumah tangga dapat menghubungi nomor telepon ‘999’ apabila membutuhkan bantuan darurat. Selain itu mereka juga dapat menghubungi departemen penanganan masalah lintah darat dari Badan Nasional Pencegahan Kejahatan Singapura melalui nomor hotline 1800-924-5664.

Original: Filipina, Indonesian woman fall victim to loan sharks