Dua agen tenaga kerja tanpa ijin di New Taipei City yang dikabarkan menawarkan jasa pengasuh ilegal kepada target mereka, yaitu keluarga-keluarga rentan di Taiwan yang memiliki anggota keluarga yang sakit di rumah sakit, ditangkap pada hari Selasa atas tuduhan mengenakan biaya yang tinggi kepada majikan serta menahan gaji pekerja.

Setelah dilakukannya investigasi selama berbulan-bulan, petugas dari kepolisian, departemen tenaga kerja, serta departemen imigrasi nasional cabang New Taipei, akhirnya menggerebek beberapa lokasi di kota Keelung, Taipei, New Taipei dan Taoyuan. Target investigasi ini adalah sebuah agen tenaga kerja ilegal yang dioperasikan oleh seorang pria berusia 60 tahun dan seorang kaki tangan nya, yang keduanya merupakan warga lokal Taiwan, China Times melaporkan.

Beberapa buku catatan berisi informasi lengkap mengenai para majikan dan pekerja, enam buah telepon genggam, beberapa paspor milik para pekerja yang ditangani, dan beberapa ijin tinggal, serta uang tunai lebih dari NT$100.000 (US$3.247) disita sebagai barang bukti.

Sebanyak 31 wanita asal Indonesia yang tidak memiliki ijin kerja resmi dan 30 majikan yang mempekerjakan mereka sebagai pengasuh juga ditangkap dalam operasi yang dimaksud.

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa para majikan mempekerjakan para pekerja ilegal tersebut ketika mereka berada dalam keadaan darurat membutuhkan pertolongan seorang pengasuh untuk menjaga salah seorang anggota keluarga mereka yang jatuh sakit dan harus tinggal di rumah sakit.

Kedua tersangka dilaporkan memastikan kepada para klien mereka bahwa para pekerja wanita Indonesia tersebut merupakan imigran resmi yang telah menjadi istri warga lokal Taiwan dan maka diijinkan untuk bekerja disana.

Setiap majikan membayar gaji resmi sebesar NT$2.000-2.200 (US$65-71) per harinya kepada pekerja mereka, yang kemudian dipotong setengah gajinya oleh kedua tersangka.

Diperkirakan kedua tersangka menghasilkan lebih dari NT$1 juta (US$32.470) per bulan nya. Keduanya diijinkan keluar tahanan dengan uang jaminan, masing-masing sebesar NT$300.000, sementara para WNI ilegal tersebut akan dideportasi kembali ke Indonesia dan setiap majikan dikenakan denda antara NT$150.000-750.000.

Original: Employment agents arrested after investigation in Taiwan