Kementerian Luar Negeri Indonesia berencana untuk melakukan sebuah investigasi setelah munculnya sebuah laporan media mengenai adanya sejumlah pelajar Indonesia yang dipaksa bekerja di beberapa pabrik di Taiwan.

Antara News melaporkan bahwa Kantor Perdagangan dan Ekonomi Indonesia di Taiwan telah menerima keluhan dari sejumlah pelajar yang sedang magang disana sejak 2017. Menurut Lalu Muhammad Iqbal, kepala bagian perlindungan WNI di Kementerian Luar Negeri, berkata bahwa pihaknya akan menghubungi pemerintah setempat untuk mendapatkan klarifikasi atas klaim tersebut.

Pemeriksaan awal telah menunjukkan para pelajar tersebut sedang magang dalam situasi yang berbeda-beda. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah meminta kepada Kantor Perdagangan dan Ekonomi Indonesia di Taiwan untuk membantu memastikan pemerintah setempat disana mengambi langkah-langkah yang tepat untuk melindungi para pelajar tersebut.

Kantor perwakilan Indonesia tersebut menghendaki agar petugas yang berwajib di Taiwan menghentikan dahulu perekrutan dan penempatan kerja dalam bentuk apapun bagi para pelajar yang berminat untuk magang di negara tersebut sampai terjaminnya keamanan dan situasi yang baik bagi para pelajar itu.

Menurut laporan berita Apple Daily Taiwan, beberapa pelajar Indonesia di Universitas Hsing Wu di New Taipei City ditemukan bekerja pada sebuah pabrik. Pada awalnya mereka ditawarkan beasiswa dengan janji disediakan tempat tinggal dan makan tanpa bayaran, serta kesempatan untuk menetap dan bekerja di Taiwan setelah lulus.

Nyatanya para pelajar ini hanya mengikuti kelas sebanyak dua hari setiap minggunya, dan mereka dipaksa bekerja selama empat hari dalam seminggu, 10 jam sehari, di sebuah pabrik lensa kontak.

Berdasarkan peraturan di Taiwan, pelajar asing yang baru saja lulus tidak diijinkan untuk bekerja dalam bentuk apapun.

Original: Jakarta investigating interns being forced to work in Taiwan