Seorang pria Hong Kong dituntut atas satu tuduhan pemerkosaan di Pengadilan Tinggi kota tersebut pada hari Selasa dalam sebuah kasus yang melibatkan seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia yang baru saja datang dari Indonesia dan baru lima hari bekerja di rumah pria tersebut.

Terdakwa bernama Fung Hoi-yeung, yang merupakan seorang pekerja bangunan berusia 27 tahun, dilaporkan memperkosa sang PRT berusia 25 tahun di sebuah apartemen perumahan umum di Tin Tsz Estate, Tin Shui Wai, New Territories, pada tahun 2017, Oriental Daily melaporkan.

Pengadilan mendengarkan bahwa pekerja yang baru pertama kali bekerja di luar negeri tersebut, tiba di Hong Kong pada tanggal 13 Oktober 2017. Dia merupakan seorang ibu yang memiliki seorang anak perempuan berusia dua tahun, yang dirawat sang suami di Indonesia.

Terdakwa pria tersebut, bersama dengan orang tua nya, empat saudara perempuannya, serta anak perempuannya yang berusia dua tahun, tinggal di dua apartemen yang berdekatan di perumahan umum yang dimaksud. Pria itu, anak perempuannya dan sang PRT tinggal dalam sebuah apartemen, sementara yang lainnya tinggal di apartemen yang lainnya. Sang pekerja mulai masuk kerja pada tanggal 16 Oktober.

Pengadilan mendengarkan bahwa pada tanggal 21 Oktober, pekerja itu baru saja selesai menidurkan anak perempuan majikannya pada sekitar pukul 2 pagi dan dia pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Sejam kemudian, sang majikan mengetuk pintu kamar nya, dan majikan itu kemudian berbicara kepada pekerja tersebut dalam bahasa Kanton yang dia tidak mengerti, sebelum tiba-tiba pria tersebut mendorongnya ke tempat tidur dan memperkosanya.

Jaksa penuntut memberitahukan kepada pengadilan bahwa wanita tersebut menolaknya, namun karena tubuhnya yang kecil, dengan tinggi badan sekitar 150cm, korban pun tidak mampu melepaskan dirinya dari sang majikan yang bertinggi badan sekitar 180cm.

Terdakwa meninggalkan kamar sang pekerja setelah pemerkosaan tersebut, dan korban pun segera mengunci kamarnya dan mengirimkan pesan SMS kepada agen tenaga kerja nya, meminta pertolongan untuk secepat mungkin mengeluarkannya dari apartemen tersebut.

Dia pun takut hamil dan kalau-kalau suaminya mengetahui peristiwa tersebut. Sang agen baru melihat pesan SMS tersebut pada pagi hari dan segera melaporkannya kepada polisi.

Pekerja tersebut berkata bahwa majikannya meninggalkan apartemen pada pukul 7 pagi untuk pergi kerja. Karena dia harus menjaga anak perempuan majikannya, dia pun tidak keluar dan mencari pertolongan.

Polisi sampai di apartemen tersebut pada siang hari setelah menerima laporan. Mereka mengambil pakaian yang dikenakan korban saat kejadian serta sprei di tempat tidurnya untuk diperiksa. Polisi kemudian mengkonfirmasi bahwa dalam barang bukti yang diambil telah ditemukan darah korban serta sperma pelaku.

Sementara ini pelaku tidak mengakui tuduhan tersebut dan kasus ini masih terus berlanjut.

Original: Hong Kong man charged with raping Indonesian employee